Senin, 1 Juni 2026

Hari Jadi Kota Bandung ke-211, Kang Emil Titipkan Dua Hal Ini pada Pemkot Bandung

Kang Emil, sapaan akrab Gubernur, menuturkan, sejalan dengan membaiknya kondisi pandemi, maka pertumbuhan ekonomi pun diyakini akan dapat segera pulih

Tayang:
Penulis: Cipta Permana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Cipta Permana
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan sambutan dalam kegiatan Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-211 Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Sabtu (25/9/2021) 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku bersyukur bahwa peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-211 Tahun 2021 ditandai dengan melandainya kasus positif covid-19 di Kota Bandung dan sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat.

Hal ini pun ditunjukan dengan data tingkat keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Jawa Barat yang terus membaik.

"Alhamdulillah Hari Jadi Kota Bandung ke-211 dapat dirayakan saat pandemi mulai surut. Bahkan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Jawa Barat pun tinggal enam persen. Akan tetapi, saya titip kepada masyarakat untuk tidak euforia dalam menyikapi situasi pandemi saat ini," ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna istimewa HJKB Ke-211 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Sabtu (25/9/2021).

Baca juga: Jelang Hari Jadi Kota Bandung, Sejumlah Lampu Penerangan Jalan, Kursi dan Bangku di Dago Rusak Parah

Kang Emil, sapaan akrab Gubernur, menuturkan, sejalan dengan membaiknya kondisi pandemi, maka pertumbuhan ekonomi pun diyakini akan dapat segera pulih.

Terlebih, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung, menurutnya, kehilangan hampir Rp 1 triliun karena dampak pandemi ini.

"Yang paling penting adalah dibereskan dulu kedaruratannya, sehingga dengan begitu akan terjadi perbaikan-perbaikan yang dilakukan dalam upaya pemulihan ekonomi Kota Bandung," ucapnya.

Kang Emil pun menuturkan beberapa program strategis yang tengah dirancang antara sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan kabupaten/kota di Bandung Raya dalam upaya perbaikan ekonomi, diantaranya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, penyelesaian akses Tol Cisumdawu yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021, serta Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang selesai tahun depan.

"Dengan selesainya beberapa program strategis tersebut, sehingga pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Emil pun berpesan, situasi pandemi covid-19 harus menjadi refleksi dalam melaksanakan pembangunan daerah yang terus maju melalui inovasi dan kolaborasi. Sebab, kemajuan hanya bisa dicapai dengan semangat ikhtiar berinovasi dan semangat kebersamaan kolaborasi.

Baca juga: Hari Jadi Kota Bandung, Sekda Edarkan Surat untuk Camat, Minta Warga Ikut Lakukan Ini

Maka, dalam menghadapi era disrupsi 4.0, reformasi ASN/PNS harus segera dilakukan dari setiap Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, termasuk Pemkot Bandung, dengan memindahkan bidang pekerjaan yang bersifat rutin menjadi bidang pekerjaan bersifat dinamis.

Terlebih dalam era tersebut, akan hilang sekitar tujuh puluh juta lapangan pekerjaan, namun akan hadir pula 150 juta lapangan pekerjaan baru.

Maka bagi yang tidak siap dalam menghadapi perubahan, akan menjadi gerbong yang kalah, sebaliknya bagi yang siap dan merespon dengan baik, akan menjadi lokomotif kemenangan dalam menyongsong masa depan.

"Dalam era disrupsi 4.0, hal-hal rutin akan tergantikan oleh perkembangan teknologi internet dan hal-hal yang bersifat digital. Maka saya titipkan kepada Walikota Bandung, untuk mulai mendesain masa depan para ASN/PNS, pindahkan mereka yang bekerja di bidang pekerjaan bersifat rutin dan input juga outputnya sama tiap hari menuju bidang pekerjaan yang dinamis, seperti menyelesaikan covid-19, memasarkan potensi Kota Bandung, maupun membereskan isu-isu yang sifatnya tidak sama," ujar Kang Emil.

Selain era disrupsi 4.0, yang juga harus dipersiapkan adalah, dihadapinya era disrupsi dari covid-19. Dimana perubahan perilaku atau kebiasaan baru dari masyarakat menjadi sesuatu hal yang tidak bisa ditolak, sehingga harus dipahami dan disikapi seoptimal mungkin.

"Maka, saya titipkan dua disrupsi besar ini, agar bisa di pahami dan segera direspon untuk mencapai Kota Bandung meraih kesuksesan dimasa depan dan kembali Juara," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved