Breaking News:

Dari Tangan Ujang Gepeto Pemahat Kota Bandung, Limbah Kayu Diubah Jadi Mainan Karakter Tokoh Fiktif

Ujang Gepeto, warga Kota Bandung, dikenal sebagai pemahat dengan memanfaatkan kayu bekas. Dari pahatan karyanya, tercipta tokoh kartun.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Mega Nugraha
Dari Tangan Ujang Gepeto Pemahat Kota Bandung, Limbah Kayu Diubah Jadi Mainan Karakter Tokoh Fiktif - ujang-gepeto-1.jpg
Tribun Jabar / Kemal Setia Permana
Ujang Gepeto, warga Kota Bandung, dikenal sebagai pemahat dengan memanfaatkan kayu bekas. Dari pahatan karyanya, tercipta tokoh kartun.
Dari Tangan Ujang Gepeto Pemahat Kota Bandung, Limbah Kayu Diubah Jadi Mainan Karakter Tokoh Fiktif - patung-pahat.jpg
Tribun Jabar / Kemal Setia Permana
Ujang Gepeto, warga Kota Bandung, dikenal sebagai pemahat dengan memanfaatkan kayu bekas. Dari pahatan karyanya, tercipta tokoh kartun.
Dari Tangan Ujang Gepeto Pemahat Kota Bandung, Limbah Kayu Diubah Jadi Mainan Karakter Tokoh Fiktif - gepeto.jpg
Tribun Jabar / Kemal Setia Permana
Ujang Gepeto, warga Kota Bandung, dikenal sebagai pemahat dengan memanfaatkan kayu bekas. Dari pahatan karyanya, tercipta tokoh kartun.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID,CIMAHI- Ujang Gepeto, demikian pria ini kerap disapa orang. Nama  belakang ini disematkan karena konon ia memiliki keahlian meracik benda-benda bekas berupa limbah kayu  menjadi sebuah barang berharga yang bernilai seni dan memiliki daya komersial tinggi.

Ujang mengaku tidak pernah keberatan dipanggil demikian. Namun belakangan, nama Ujang biasa disandingkan dengan kerajinan-kerajinan yang ia hasilkan sehingga kini ia akrab disapa Ujang Ucraft. 

Pria kelahiran 1959, saat ini dikenal sebagai pemahat yang pintar menciptakan berbagai karakter pahatan. Mulai dari pahatan tokoh-tokoh fiktif, tokoh seseorang, hingga kaligrafi dan lukisan.

"Saya baru serius mendalami seni pahat sejak kurang lebih sepuluh tahun lalu," kata Ujang saat ditemui di rumahnya di Gang Honda, Jalan Sukabumi Dalam, Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Ujang menyebutkan bahwa karakter tokoh-tokoh yang ia ciptakan melalui seni pahat, kebanyakan dibuat dari limbah kayu atau kayu sisa yang sudah tak terpakai.

Baca juga: Mengenal Sosok Nyi Mas Rambut Halus di Majalengka, Punya Kamar Khusus di Pendopo Bupati Majalengka

Sebagai contoh, jika ada bangunan yang direnovasi, maka kayu-kayu bekasnya akan ia ambil untuk kemudian ia bentuk menjadi sebuah karya seni pahat dan ukir yang menakjubkan.

"Saya menggunakan limbah kayu bekas pakai juga ada alasannya yaitu agar kayu yang nanti sudah jadi dibentuk tidak berubah, mengapa, karena biasanya kayu bekas pakai itu tidak akan mengalami perubahan lagi jika tidak rusak kena rayap," katanya. 

Dari hasil goresan tangannya, sudah ratusan bahkan ribuan karakter tokoh  yang sudah Ujang ciptakan. Semua itu, diciptakan dan dibentuk Ujang hanya dengan menggunakan pisau cutter saja, tanpa mesin, tanpa alat lainnya. Demikian pula, pengecetan seni ukir yang ia lakukan juga menggunakan bahan-bahan seadanya tanpa bantuan alat moderen. 

Menurut Ujang, sudah banyak konsumen yang memesan untuk dibuatkan berbagai karakter. Barang-barang hasil karyanya pun sudah dikirim kemana-mana. Namun menurutnya, salah satu hal yang paling berkesan adalah ketika ia dipesan bidak-bidak catur oleh mantan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda beberapa tahun lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved