Breaking News:

Tarif Rapid Tes Antigen Turun Penumpang Kereta Diprediksi Meningkat, Namun Usia Ini Masih Dilarang

Jumlah penumpang kereta api yang naik dan turun di sejumlah stasiun di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon pada bulan ini diprediksi meningkat.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
PT KAI Daop 3 Cirebon
Hiasan livery khusus dalam rangka HUT ke-76 RI pada rangkaian KA yang melintas di wilayah KAI Daop 3 Cirebon, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jumlah penumpang kereta api yang naik dan turun di sejumlah stasiun di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon pada bulan ini diprediksi meningkat.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, jajarannya melayani 16.415 penumpang selama Agustus 2021.

Namun, menurut dia, jumlah penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon pada 1 - 24 September 2021 telah mencapai 15.464 orang.

"Kami memprediksi jumlah penumpang pada bulan ini semakin meningkat, dan lebih banyak dibandingkan bulan lalu," ujar Suprapto saat ditemui Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Jumat (24/9/2021).

Ia mengatakan, prediksi tersebut didasarkan pada jumlah kereta yang beroperasi selama September 2021 juga lebih banyak dibanding bulan lalu.

Selain itu, tarif rapid test antigen di stasiun yang turun menjadi Rp 45 ribu dari sebelumnya Rp 85 ribu diyakini meningkatkan animo masyarakat naik kereta api.

Sebab, tarif rapid test antigen di stasiun yang semakin terjangkau dapat mengembalikan citra kereta api sebagai transportasi favorit masyarakat.

"Tapi, hingga kini anak-anak usia di bawah 12 tahun yang merupakan kalangan rentan masih dilarang naik kereta api," kata Suprapto.

Pihaknya memastikan, operasional kereta api menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Berdasarkan SE Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021, penumpang kereta api harus menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari pemeriksaan tes swab PCR atau rapid test antigen.

Selain itu, penumpang juga diwajibkan menjalani vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama, kondisinya sehat, memakai masker, dilarang berbicara dengan penumpang lain atau melalui telepon selama perjalanan, dan lainnya.

Suprapto menyampaikan, PT KAI juga mengintegrasikan sistem boarding dengan aplikasi PeduliLindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 penumpang akan muncul pada layar komputer petugas secara otomatis.

"Integrasi ini untuk mempermudah dan memperlancar proses pemeriksaan dokumen penumpang serta menghindari pemalsuan dokumen tersebut," ujar Suprapto. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved