Breaking News:

Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Rampung, Dua Cagar Budaya Dipastikan Aman

Proses konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta telah selesai. Ini sebagai fasilitas parkir

Editor: Darajat Arianto
Dok. Kementerian PUPR
Tampilan Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang telah rampung dibangun. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Proses konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta telah selesai.

Pembangunan terowongan ini ditujukan sebagai fasilitas parkir terpusat bagi jamaah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Dalam proses konstruksinya, Kementerian PUPR telah mengkaji aspek keamanan bagi pengguna sekaligus bangunan dua tempat ibadah itu.

Hal ini mengingat Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral merupakan bangunan bersejarah Indonesia yang masuk dalam kategori cagar budaya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penghubung antara dua rumah ibadah ini secara teknis bisa saja menggunakan jembatan penyeberangan, tetapi karena faktor keamanan dan keselamatan, desain yang dipilih adalah terowongan bawah tanah.

"Ada tiga alternatif sebetulnya bisa jembatan penyeberangan, tapi kan terlalu curam, atau dengan yang lain, kita pilih terowongan yang lebih aman," katanya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menambahkan, selain faktor keamanan pengguna, Terowongan Silaturahmi juga dibangun dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan bangunan.

"Bangunan Gereja Katedral sudah sangat tua dan merupakan cagar budaya, begitu juga dengan Masjid Istiqlal yang merupakan cagar budaya. Sehingga kita harus bangun suatu konstruksi yang benar-benar aman," ujarnya.

Ide Presiden Soekarno

Masjid Istiqlal dibangun berdasarkan ide Presiden Soekarno dan dilakukan pemancangan tiang pertama pada 1961.

Namun, setelah melalui sejumlah permasalahan, Masjid Istiqlal akhirnya selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.

Sementara itu, bangunan Gereja Katedral Jakarta pertama kali diresmikan pada Februari 1810.

Namun, karena mengalami sejumlah peristiwa, bangunannya harus mengalami perubahan.

Bangunan yang berdiri saat ini merupakan proses renovasi pembangunan yang akhirnya diresmikan pada 21 April 1901.

Adapun Terowongan Silaturahmi dibangun sepanjang 28,3 meter, tinggi 3 meter, lebar 4,1 meter dengan total luas terowongan 136 meter persegi dan total luas shelter serta tunnel 226 meter persegi.

Jarak terdekat pintu masuk terowongan dengan Gereja Katedral Jakarta yakni 32 meter.

Hal ini guna memastikan keamanan struktur Katedral.

Sementara jarak terdekat terowongan dengan gerbang Masjid Istiqlal adalah 16 meter.

Arsitektur pintu masuk terowongan dibangun dengan gaya modern di mana eksteriornya menggunakan material transparan.

Sehingga kecantikan desain Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang merupakan bangunan cagar budaya tidak terhalang.

Bagian interior dibuat senada dengan interior Masjid Istiqlal menggunakan marmer.

Pembangunan Terowongan telah dimulai pada 15 Desember 2020 lalu dengan anggaran Rp 37,3 miliar.

Dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (PErsero) Tbk, manajemen konstruksi PT Virama Karya dan perencana PT Yodya Karya.

Terowongan Silaturahmi tersambung dengan basement parkir lantai 1 di Masjid Istiqlal yang dapat menampung 500 unit mobil.

Kehadirannyai diharapkan dapat memudahkan jemaah kedua rumah ibadah ini untuk menggunakan lahan parkir secara bersama. (Muhdany Yusuf Laksono)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terowongan Silaturahmi Rampung, Dua Cagar Budaya Dipastikan Aman",

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved