Breaking News:

Mengapa Dianjurkan Aktifkan PeduliLindungi? Wagub Jabar Jelaskan Manfaatnya ke Anak-anak SMA

Para pelajar SMA di Jawa Barat dianjurkan mengaktifkan program atau aplikasi PeduliLindungi. Wagub Uu jelaskan manfaatnya.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Aji Bagus Muharam/Biro Adpim Jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. 

TRIBUNJABAR.ID, BANJAR - Para pelajar SMA di Jawa Barat dianjurkan mengaktifkan program atau aplikasi PeduliLindungi.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di SMA Negeri 1 Banjar, SMA Negeri 3 Banjar, SMA Negeri 1 Ciamis, dan SLB Negeri Ciamis, pada Kamis (23/9/2021), menjelaskan manfaatnya.

Apabila aplikasi PeduliLindungi sudah terinstal di smartphone, kata Uu, siswa tidak usah mencetak dan membawa kartu vaksin saat datang ke sekolah.

“Bagi mereka yang sudah divaksin untuk segera mengaktifkan program PeduliLindungi. Tinggal diklik oleh masing–masing pemegang handphone dan juga ini gratis, barusan anak–anak siswa masih bawa lembaran kertas vaksin,” katanya.

Pak Uu menyebut, dengan aplikasi PeduliLindungi, siswa lebih mudah dalam menampilkan sertifikat vaksin, serta memudahkan pemerintah dalam upaya melakukan proses Check-In/Check-Out lokasi yang ramai, pendaftaran vaksinasi, maupun pelacakan kontak erat.

Baca juga: Pulihkan Ekonomi, Mall di Jabar Sudah Dibuka, Pengusaha Pun Gembira, Kang Emil Ingatkan Prokes

“Pemerintah kenapa mengeluarkan program PeduliLindungi adalah untuk mengantisipasi seperti itu, ternyata masih di lakukan di sini, anak–anak bawa lembaran kertas bahwa dirinya sudah divaksin, maka kepada kepala sekolah ataupun guru di kelas masing-masing, tolong sampaikan kepada mereka,” ucapnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, pelaksanaan PTM di empat sekolah itu berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan sesuai dengan aturan pemerintah, seperti jumlah siswa dibatasi dan sarana prasarana penunjang prokes.

-
- (Istimewa)

“Alhamdulillah, protokol kesehatan, aturan–aturan PTM, semua dilaksanakan oleh para kepala sekolah dan guru masing–masing dan juga tentang vaksin hampir dapat 80 persen siswa di masing–masing sekolah sudah di vaksin, guru hampir 100 persen,” kata Pak Uu.

“Kemudian juga dalam pelaksanaan PTM, 50 persen siswa masuk, 50 persen di luar, tetapi yang 50 persen di luar tetap mengikuti pelajaran seperti di kelas secara daring. Artinya, di saat mereka bagian masuk, tak perlu mengulang pelajaran karena mereka ikut belajar secara daring,” imbuhnya.

Pak Uu berharap dengan adanya PTM, semangat peserta didik untuk terus mencari ilmu meningkat. Ia pun meminta kepada guru untuk memberikan materi yang sulit disampaikan secara daring saat melakukan PTM.

“Harapan kami, dengan adanya proses belajar seperti ini, ada gairah kembali kepada anak didik sehingga menambah semangat untuk mencari ilmu yang lebih baik lagi,” ucapnya. “Guru bisa menyampaikan hal-hal yang memang tidak bisa disampaikan di saat daring," imbuhnya.

Selain itu, Pak Uu mengingatkan kepada para kepala sekolah dan guru untuk menyampaikan nilai moral, akhlak, budi pekerti yang mulia, serta nasionalisme dan kebangsaan kepada siswa.

“Dalam 40 menit, ambil 4 menit untuk memberikan pesan moral, tekankan moral akhlak budi pekerti yang mulia, karena sehebat apapun nilai yang diraih, kecerdasan yang dimiliki, angka yang hebat, kalau tidak memilki moral dan akhlak, itu tidak akan ada hasil dan tidak akan ada manfaat bagi dirinya,” katanya.

“Yang kedua juga kami menitip untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dan juga kebangsaan, nasionalisme, patriotisme harus disampaikan kepada anak didik," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved