Breaking News:

Kisah Sutardi, Lebih dari 20 Tahun Jadi Guru Honorer, Semangat Ikut Seleksi PPPK Meski Sudah Tua

Saat ini Sutardi menerima honor sebagai guru honorer di SD Timuhegar sebesar Rp 250.000 per bulan. Ia bertugas mengajar di kelas V.

Istimewa/ dokumen pribadi Sutardi
Dua puluh tahun jadi guru honorer SD, Sutardi masih bisa menghidupi keluarga dari upah menjahit 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Meski hanya tinggal dua tahun lagi mengabdi, Sutardi (58), guru honorer SD Timuhegar, Desa Ciroyom, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, masih semangat ikut seleksi PPPK.

Dengan mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Tasikmalaya, Sutardi berharap ada perbaikan penghasilan.

"Saya sudah lebih dari 20 tahun mengabdi sebagai guru honorer dengan besaran honor yang hanya cukup tiga hari," kata Sutardi, Selasa (21/9/2021).

Saat ini Sutardi menerima honor sebagai guru honorer di SD Timuhegar sebesar Rp 250.000 per bulan. Ia bertugas mengajar di kelas V.

Untuk menghidupi istri dan keempat anaknya, selama ini Sutardi menjalani profesi sebagai tukang jahit.

"Dengan menerima jahitan di rumah, alhamdulillah kebutuhan keluarga bisa terpenuhi walau alakadarnya," ujar Sutardi.

Sutardi yang lulus pendidikan tinggi keguruan S 1 Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, ini mengaku sudah beberapa kali ikut seleksi CPNS.

Baca juga: Sedang Berlangsung, Live Score Seleksi Kompetensi PPPK 2021 Tilok UPT BKN Serang, Tonton di Sini

"Namun sampai saat ini selalu kandas, belum rezekinya. Sekarang mengikuti seleksi PPPK dengan harapan bisa lulus meski sisa mengabdian tinggal dua tahun lagi," ujar Sutardi.

Salah satu motivasi ikut seleksi PPPK, Sutardi mengaku, masih memiliki tanggungan seorang anak yang masih duduk di bangku SD.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved