Breaking News:

Kedapatan Transaksi Obat-obatan Terlarang, Sembilan Anak di Bawah Umur Diamankan Polisi, Masih SMP

Polres Garut tengah mengejar satu pelaku lain yang masih DPO yang bertugas sebagai penyuplai obat-obatan terlarang itu di kawasan Garut Selatan

Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Belasan orang diamankan Sat Res Narkoba Polres Garut karena kedapatan sedang bertransaksi obat-obatan terlarang di wilayah Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Belasan orang diamankan Sat Res Narkoba Polres Garut karena kedapatan sedang bertransaksi obat-obatan terlarang di wilayah Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Mereka berjumlah 16 orang, 9 orang di antaranya di bawah umur dan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Tim Sancang Polres Garut bersama Sat Res Narkoba berhasil melakukan penangkapan terhadap kegiatan peredaran obat-obatan farmasi tanpa izin," ujar Kapolres saat melakukan pers release di Mapolres Garut, Selasa (21/9/2021).

Wirdhanto mengatakan, pihaknya juga berhasil mengamankan satu pelaku pengedar barang haram tersebut yang berinisial IS (38).

"Kami Tim Sancang juga mengamankan satu pengedar, pekerjaann ibu rumah tangga," ungkapnya.

Saat ini Polres Garut tengah mengejar satu pelaku lain yang masih DPO yang bertugas sebagai penyuplai obat-obatan terlarang itu di kawasan Garut Selatan.

"Dan kami saat ini telah menetapkan satu orang DPO, dengan inisial D, dia pemasok obat-obatan farmasi tanpa izin," ucapnya.

Baca juga: Lima Pengedar Narkoba Spesialis Peredaran Wilayah Kabupaten Tasikmalaya Dibekuk Polisi

Dalam penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti obat-obatan farmasi tanpa izin sebanyak 1.261 butir, minuman keras dan 15 unit sepeda motor yang dipakai pelaku untuk bertransaksi.

"Atas penangkapan ini kami menetapkan tersangka dan menerapkna Pasal 198 196 UU kesehatan dan nakes dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ucap Wirdhanto.

Sembilan orang anak yang masih di bawah umur itu, menurutnya akan diserahkan ke BNN Garut untuk proses rehabilitasi.(*)

Baca juga: Ada Persoalan Narkotika dan Obat Terlarang, Layanan Dari Pemprov Jabar Ini Bisa Dimanfaatkan,

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved