Breaking News:

Selama Pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah Sumedang Jeblok Turun Drastis

Selama pandemi Covid-19 dan PPKM, pendapatan asli daerah (PAD) Sumedang anjlok. Banyak target PAD yang jauh dari capaian.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
net
ilustrasi pembayaran pajak 

Laporan Kontributor TribunJabar. Id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumedang mencatat realisasi pajak di Sumedang mengalami penurunan drastis akibat pandemi Covid-19. 

Kepala Bapenda Kabupaten Sumedang Rohana menuturkan, selama pandemi Covid-19 dan selama ada PPKM, sangat berpengaruh pada realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumedang

Sebabnya, pajak hiburan yang bersumber wahana permainan anak, karaoke, cinema, kolam renang anjlok akibat sektor hiburan tidak beroperasi. 

"Pajak hiburan ini yang paling anjlok, pajak hiburan yang baru mencapai 3,2 persen atau dari target Rp3,8 miliar baru mencapai Rp123,5 juta, " kata Rohana saat ditemui TribunJabar.id, di ruang kerjanya, Senin (20/9/2021) sore. 

Selain itu, ujar dia, pandemi Covid-19 yang kini masih berlangsung sangat berpengaruh juga pada realisasi sejumlah sektor sumber PAD Tahun Anggaran 2021. 

Baca juga: Miliki Puluhan Butir Pil Haram, Dua Pria Asal Tanjungsari Sumedang Diringkus Polisi

Menurutnya, PAD yang ditargetkan Rp541,5 Miliar, baru mencapai Rp283,3 miliar atau 52,31 persen sampai September 2021 ini.

Kemudian, lanjut Rohana, Pemkab Sumedang menurunkan target pada sejumlah sektor sumber PAD di Anggaran Perubahan Tahun 2021 ini.

"Target PAD yang sebelumnya Rp541,5 Miliar diturunkan menjadi sekitar Rp400 Miliar, " ujar dia. 

Rohana mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, sektor pajak hotel dan restoran di Sumedang pun turut anjlok. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved