Breaking News:

Riset KPI dan Fikom Unpad, Minat hingga Kenyamanan Publik Terkait Siaran TV di Jabar di Posisi Ini

Siaran informasi merupakan program siaran TV yang paling banyak ditonton oleh penonton TV di Bandung, Cirebon, dan Tasikmalaya.

Istimewa/ Fikom Unpad
Acara diseminasi hasil Riset antara Komisi Penyiaran Indonesia dengan Fikom Unpad yang digelar Senin (20/9/2021) di Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID - Siaran informasi merupakan program siaran TV yang paling banyak ditonton oleh penonton TV di Bandung, Cirebon, dan Tasikmalaya.

Siaran ini mayoritas disukai laki-laki (99,25 persen), sementara perempuan lebih banyak menonton program siaran hiburan (98,19 persen).

Data tersebut muncul dalam acara diseminasi hasil Riset antara Komisi Penyiaran Indonesia dengan Fikom Unpad yang digelar Senin (20/9/2021) di Bandung.

Baca juga: Satu Jam Siaran Radio, Gubernur Ganjar Pranowo Terima Banyak Curhat, dari Soal Cinta Hingga Pungli

Terungkap pula, selain menonton televisi, mayoritas responden (89,33 persen) adalah pengguna media online, dengan rincian sebanyak 80,67 persen responden menggunakan media sosial, 76 persen responden menggunakan video streaming, 71,33 persen responden membaca portal berita online, dan 40 persen responden menggunakan audio streaming.

“Sedangkan untuk media konvensional, hanya 37,67 persen dari responden yang masih mendengarkan radio dan 32,67 persen responden yang masih membaca surat kabar”, ujar Koordinator Roset, Prof. Dr. Atwar Bajari, Msi.

Hasil riset menunjukkan bahwa indeks minat, kepentingan dan kenyamanan (MKK) bagi publik di Jawa Barat berada pada posisi menengah tinggi dengan indeks 6,83 (dengan rentang indeks 1 – 10).

Dimana kategori minat mendapatkan nilai indeks tertinggi sedangkan kategori kenyamanan mendapatkan nilai terendah.

Jika dilihat berdasarkan kategori program siaran, minat, kepentingan, dan kenyamanan publik tertinggi diperoleh program siaran agama yaitu 7,30 sedangkan program siaran hiburan mendapatkan nilai indeks paling rendah yaitu 6,57.

Riset ini dilakukan kepada responden yang masih menonton televisi, berusia di atas 17 tahun yang sebagian besar berada pada rentang usia 41-60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berasal dari etnis Sunda, beragama Islam, memiliki pengeluaran rata-rata Rp 900.000 – Rp 1.250.000, tamat SLTA, serta didominasi oleh ibu rumah tangga dan tidak berlangganan TV kabel.

KPI sebagai regulator bidang penyiaran di Indonesia merasa perlu memiliki landasan ilmiah dalam menjalankan fungsi dan wewenangnya, yaitu menyusun dan mengawasi berbagai peraturan penyiaran yang menghubungkan antara lembaga penyiaran, pemerintah dan masyarakat.

Baca juga: Siaran Lesti Kejora-Rizky Billar Dikritik, Pengajian Tayang Hari Ini, Lesti akan Nyanyi Lagu Padang

Oleh karena itu, minat, kepentingan, dan kenyamanan (MKK) masyarakat dalam menonton program siaran televisi menjadi tiga aspek yang harus diukur agar diversity of content dan diversity of ownership bisa terus terjaga.

Hal tersebut seperti tertuang dalam UU RI No. 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang diperbarui dengan pasal 72 UU Cipta Kerja pasal 8 dan 52.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved