Breaking News:

Jelang Musim Hujan, Mitigasi Bencana di Proyek Kereta Cepat Cegah Kejadian Banjir di KBB Terulang

Musim hujan tahun lalu pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menimbulkan banjir di sejumlah titik di Bandung, sekarang perlu Mitigasi banjir

Editor: Mega Nugraha
ist
Banjir bandang di depan proyek tunel terowongan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat yang terjadi di Senin (6/7/2020). 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Sebentar lagi musim hujan segera tiba. Musim hujan tahun lalu, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menimbulkan persoalan banjir di sejumlah titik di Bandung. Mitigasi banjir perlu dilakukan.

“Para kontraktor yang tergabung dalam High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) seperti CREC, Synohidro dan WIKA telah melakukan berbagai perbaikan dalam sistem kerja terkait potensi banjir dan saluran drainase akibat kegiatan konstruksi kereta cepat,” jelas GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun, Senin (20/9/2021)..

Dia menjelaskan, mitigasi banjir di Bandung imbas pembangunan kereta cepat dilakukan dengan menyisir dan memantau sejumlah titik yang berpotensi menjadi penyebab banjir dan longsor. Sekaligus memastikan saluran air masih berfungsi.

“Konsorsium kontraktor proyek KCJB juga terus memonitor elevasi muka air pada outlet divertion secara berkala, terlebih di musim penghujan di aliran sungai yang berpotensi mengalami perubahan perilaku sebagai dampak proyek KCJB, seperti sungai Sunter (DK 2+000) yang mengalami pemendekan dan Sungai Cikarang  yang telah dipasangi pier,” terang Mirza.

Baca juga: Progres KCIC Makin Besar, Empat Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung Dibuat Ikonik Bakal Bikin Betah

Salah satu pemantauan dilakukan di Sungai Cisangkan, Sungai Cilember dan saluran irigasi Cigondewah Kaler.

“Kami akan melakukan normalisasi atau perbaikan dan pembersihan saluran drainase, hingga pembuatan cross drain di area proyek yang telah selesai pengerjaannya. Kami juga membuat box control di cekungan, dan saringan pada setiap ujung saluran drainase agar dapat membersihkan sampah yang masuk ke saluran,” katanya.

Di Bekasi, dia menyebut sempat melakukan normalisasi sungai khususnya yang berada dekat dengan proyek kereta cepat tersebut. 

“Di Bekasi, secara berkala kami melakukan pembersihan sungai karena banyak sampah yang menyumbat aliran sungai. Pembersihan dilakukan secara berkala. Sekali pengangkutan bisa 100-150 truk,” kata dia.

Di area dengan potensi banjir cukup tinggi seperti di Desa Cilame Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dibuat saluran crossing sementara yang mengarah ke hilir untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

"Pada cross drain di KM 4+500 yang sebelumnya tertutup lumpur dan sampah, sudah dilakukan pembersihan. Sebagian air yang menggenang pun sudah dialirkan melalui side ditch pasangan batu dengan dimensi yang mengecil ke arah KM4+600," kata dia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved