Cerita Ibu Muda di Pangandaran Jualan Pecel Cinta, Selalu Ditunggu dan Diburu Warga
Ibu muda bernama Triani (26) warga blok stasiun Dusun Girisetra, Desa Kalipucang Kecamatan Kalipucang, Pangandaran berjualan pecel cinta
Penulis: Padna | Editor: Mega Nugraha
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Meneruskan jejak ibunya, seorang ibu muda bernama Triani (26) warga blok stasiun Dusun Girisetra, Desa Kalipucang Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, berjualan pecel cinta.
Meski lokasi dan hidangannya terlihat biasa-biasa, namun rasa bumbunya yang maknyus membuat para pelanggan ingin kembali membeli lagi.
Dinamakan pecel cinta, karena dahulu saat nenek Triani berjualan pecel keliling para pelanggan menunggu kedatangan pecel cinta.
Dan karena ditunggu-tunggu, satu pelanggan berinisiatif menamakan pecel tersebut dengan nama pecel cinta.
Triani menyampaikan, dinamakan pecel cinta ini mungkin saking banyak pelanggan yang menunggu hidangan pecel cinta ini.
Baca juga: Bupati Pangandaran Sampai Kesal, Ada Kades Belum Vaksinasi Covid-19 Karena Takut Jarum Suntik
"Sekarang juga, jika jam 9 malam bumbu pecel habis para pelanggan banyak yang menunggu saat saya membuat bumbu lagi. Saya biasa buka mulai jam 5 sore sampai tengah malam," ujar Triani saat ditemui Tribunjabar.id disela sela berjualan pecel cinta, Senin (20/9/2021) malam.
Sebenarnya, saat dia masih kecil, kecil dan ibunya belum meninggal, sempat merasa heran saat tahu pecel buatan orang tuanya dinamakan pecel cinta.
"Dulu saya juga aneh, tapi pecel cinta ini memang sudah turun-temurun. Dan sekarang, saya juga ini sudah generasi ketiga," katanya.
Diakuinya, dilihat dari tampilan hidangannya tidak jauh berbeda dengan pecel-pecel yang lain.
"Tapi bedanya, kata pelanggan itu dari rasa bumbunya. Ya, Alhamdulilah meskipun saya generasi ketiga pecel cinta ini selalu ramai. Bahkan, dari luar Pangandaran seperti dari Banjarsari Ciamis juga ada yang datang kesini," ucap Triani. *