Begini Awal Mula PKI Bisa Masuk Indonesia, Ada 2 Tokoh yang Disebut Lebih Berbahaya dari DN Aidit
Dalam rangka memperingati peristiwa G30S/PKI itu tak ada salahnya kita mengenal asal usul PKI atau awal mula PKI masuk ke Indonesia, berikut ini.
TRIBUNJABAR.ID - Pada 30 September mendatang, Indonesia memperingati peristiwa kelam Gerakan 30 September.
Sejarah mencatat, persitiwa tersebut kerap kali disebut dipelopori Partai Komunis Indonesia atau disingkat PKI hingga peristiwa itu kini dikenal G30S/PKI.
Demikian, dalam rangka memperingati G30S itu tak ada salahnya kita mengenal asal usul PKI.
Apa itu PKI dan bagaimana awal mula PKI masuk ke Indonesia ?
Baca juga: Gambaran Evakuasi 10 Jenderal Pahlawan Revolusi G30S PKI dari Lubang Buaya, Sempat Mengalami Kendala
Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah organisasi yang berideologi komunis.
Parti ini pernah membuat gerakan pemberontakan yang dikenal dengan G30S yang mentargetkan para jenderal militer Indonesia.
Tujuan dari pemberontakan ini adalah mengganti ideologi pancasila dengan ideologi komunis.
Lantas bagaimana bisa PKI yang berideologi Komunis bisa masuk ke Indonesia, jika memiliki landasan ideologi yang bertentangan dengan pancasila?
Menurut Tribun Timur, PKI berasal dari seorang sosialis Belanda bernama Henk Sneevliet.
Heng mendirikan partai bernama Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) yang merupakan embrio PKI.
Setelah Indonesia merdeka, ISDV, berganti nama menjadi PKI, yang semakin lama membesar dengan ratusan ribu pendukung.
PKI kemudian menjelma menjadi partai komunis non-penguasa terbesar di duni setelah Rusia dan China.
Banyaknya massa PKI disebabkan rakyat Indonesia yang saat itu berideologi komunis, cocok dengan keadaan mereka.
Banyak yang mengenal PKI besar di bawah kemepimpinan Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit.
DN Aidit disebut sebagai dalang pemberontakan G30S/PKI.
Meski disebut tokoh besar yang menjadi dalang insiden besar tersebut, sebenarnya DN Aidit masih kroco jika dibandingkan dua petinggi PKI ini.
Dua orang tersebut adalah Muso Manowar dan Alimin bin Prawirodirdjo.
Pada 25 Desember 1925, para pemimpin PKI mengadakan pertemuan kilat di daerah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.
Dalam pertemuan itu mereka membahas aksi pemogokan hingga angkat senjata, yang dilakukan kaum tani dan buruh.
Tujuannya adalah melancarkan aksi pemberontakan di seluruh Indonesia kepada Belanda.
Baca juga: Titik Penting Malapetaka G30S Akhirnya Runtuh ketika Cakrabirawa Bawa Sukarno setelah Pembantaian
Rencana itu lantas disampaikan wakil Komunis Internasional (Komintern), yang berada di Singapura.
PKI kemudian mengirim Alimin dan Musso ke Singapura.
Komintern, Singapura menindaklanjuti rencana tersebut, dan memberangkatkan keduanya ke Moskow Uni Soviet.
Rupanya Musso dan Alimin dihadapkan pada pemimpin besar Komunis, yaitu Stalin di Moskow.
Keduanya menerima mandat dari Stalin agar rencana pemberontakan dibatalkan dulu, serta mengubah PKI bergerak di bawah tanah untuk menyebarkan propaganda Belanda.
Musso nekat, saat kembali dia melancarkan pemberontakan pada Belanda di Batavia dan Sumatera Berat.
Karena persiapan kurang, pemberontakan itu langsung ditumpas Belanda, dan melarang PKI.
Musso dan Alimin ditangkap Belanda kemudian dipenjara.
Setelah dipenjara 1935, Musso pergi ke Uni Soviet, dan sempat kembali tetapi diusir dan kembali ke Soviet 1936.
Hingga 1948 Musso kembali ke Indonesia melalui Yogyakarta, kembali melakukan pemberontakan lagi dengan militan PKI di Madiun 18 September 1948.
Baca juga: Nasib Cakrabirawa, Dulu Pasukan Elite Presiden, Dianggap Pro PKI Lalu Ditumpas, Kabur ke Negara Lain
Pemberontakan PKI langsung direspon oleh militer Indonesia.
Pemberontakan gagal, ia terkepung dan ditembaki oleh TNI, Musso saat itu bersembunyi di kamar mandi umum.
Usai tewas, Musso dibawa ke RS Ponorogo dan diawetkan lalu dibakar secara diam-diam.
Artikel ini telah tayang di Intisari.grid.id dengan judul Ideologinya Padahal Bertentangan dengan Pancasila, Ternyata Begini Awal Mula PKI Bisa Masuk Indonesia, Ternyata Ada 2 Tokoh yang Disebut Lebih Berbahaya dari DN Aidit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/g-30-s-pki_20170919_062255.jpg)