Sabtu, 2 Mei 2026

Penemuan Mayat di Subang

Sosok yang Disebut Punya Akses ke Rumah Korban Kasus Subang Buka Suara, Mengaku Pasrah

Dapat diketahui, Danu sendiri merupakan staf tata usaha dari yayasan Bina Prestasi Nasional yang dimiliki oleh Yosef.

Tayang:
Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Muhammad Ramdanu (21) salah seorang saksi yang sempat disebut memiliki akses keluar-masuk dari rumah korban prampasan nyawa di Subang. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kasus perampasan nyawa di Subang yang menimpa Tuti Suhartini dan putrinya, Amalia Mustika Ratu belum juga terungkap meski sudah hampir sebulan keduanya ditemukan meninggal di bagasi mobil Alphard, 18 Agustus 2021.

Kasus pembunuhan ibu dan anak di subang itu sejauh ini masih menjadi misteri.

Polisi kesulitan mengungkap karena tak adanya saksi mata dan keterbatasan alat bukti.

Dari rekaman CCTV memang terlihat ada dua kendaraan yang dicurigai serta sosok perempuan misterius yang berhenti di dekat rumah korban.

Namun hingga kini belum ada bukti kuat soal siapa pelaku pembunuhan di Subang tersebut.

Yosef suami almarhumah Tuti sempat menyebut kalau ada kerabat dekat yang juga memiliki akses keluar masuk rumah korban.

Setelah ditelusuri, orang yang dimaksud Yosef tak lain adalah Muhammad Ramdanu alias Danu (21).

Muhammad Ramdanu alias Danu (21) merupakan keponakan dari Tuti Suhartini (55).

Kepada Tribunjabar.id, Danu menyebutkan bahwa dirinya sering datang ke rumah korban hanya jika dipanggil dan disuruh oleh korban.

"Kalo ke rumah (korban) itu saya gak langsung masuk buka pintu gitu, biasanya dipanggil terus disuruh, bar.idja di Dusun Jalancagak, Desa/Kecamatn Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (19/9/2021).

Dia membantah keras tuduhan yang menyebutkan memiliki akses keluar masuk langsung dari rumah kedua korban.

"Itu gak bener, kalo yang terbaru-baru ini mah Danu pegang kunci mah itu yang SMK, bukan kunci rumah, kalo itu memang Danu gak pegang sama sekali," katanya.

Dapat diketahui, Danu sendiri merupakan staf tata usaha dari yayasan Bina Prestasi Nasional yang dimiliki oleh Yosef.

Sementara itu, Danu sendiri sempat disebut-sebut oleh Yosef yang tak lain suami korban bahwa dirinya pun memiliki akses keluar masuk dari rumah kedua korban.

Menurut Danu, saat ini banyak tuduhan bahwa dirinya memiliki akses keluar masuk dari kediaman korban, dirinya menanggapinya dengan santai, sebab, dirinya bersikukuh tidak mengetahui hal tersebut.

"Dugaan mereka, dugaan bahwa Danu pegang kunci rumah itu misalkan sok aja Danu mah pasrah aja, emang sejak pertama juga saya gak pegang kunci, gak memiliki akses juga," katanya.

Dengan demikian, dirinya berharap untuk kasus ini segera terungkap dan tidak ada tuduhan-tuduhan kembali kepada dirinya.

"Semoga kasus ini cepat terungkap aja, mudah-mudahan polisi cepat menangkap pelaku sebenarnya," ujar Danu.

Seperti diketahui, sebelumnya Yosef yang merupakan suami dari Tuti menyebutkan bahwa terdapat salah satu orang yang memiliki akses keluar masuk dari rumahnya yang berada di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Sementara itu, sampai dengan satu bulan lebih pasca ditemukannya mayat ibu dan anak di dalam bagasi mobil yang terparkir dihalaman rumahnya masih belum juga terungkap.

Polisi masih bekerja keras untuk memecahkan teka-teki pada kasus yang sudah menjadi perbincangan publik kali ini.

Yoris Sedih Anaknya Sering Tanya Kemana Nenek dan Bibi

Kematian Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) bukan hanya menyisakan kesedihan bagi keluarga.

Kesedihan tersebut dialami oleh cucu dari korban yang sering mengingat kedua korban sampai dengan saat ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Yoris (34) yang merupakan anak tertua dari Tuti serta kakak dari Amalia.

Yoris mengatakan, anaknya yang masih merupakan lima tahun itu sempat terus menerus menanyakan keberadaan dari nenek serta bibi tersebut.

"Yang paling sedih itu anak nanyain gitu, nenek (Tuti) sama bibi (Amalia) itu kemana sedih banget ya denger gitu tuh," kata Yoris saat ditanya wartawan di kediaman keluarga korban yang berada di Dusun Jalancagak, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jumat (17/9/2021).

Sebelumnya, Yoris memang mengatakan, pada Jumat maupun akhir pekan dirinya bersama istri anaknya serta ibu dan anaknya sering melakukan aktivitas jalan-jalan keluar rumah.

"Biasanya kita hari Jumat kaya begini sama istri sama anak terus mamah sama Amalia juga ngebaso di palasari sama jalan-jalan," katanya.

Dapat diketahui, memang kedekatan keluarga Yoris bersama dengan Tuti serta Amalia yang merupakan korban perampasan nyawa tersebut tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved