Breaking News:

Soal Anji Simpan Ganja Di Gunung Puntang, Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan; Ini Accident Aja

Musisi ternama yang kini sedang tersandung kasus narkoba, Anji, sebagian barang buktinya diketahui disimpan di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Siti Fatimah
Warta Kota / Angga Bhagya Nugraha
Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dihadirkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja, di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (16/6/2021). Anji ditangkap di studio musik miliknya di daerah Cibubur pada Jumat (11/6) malam. Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa ganja. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Musisi ternama yang kini sedang tersandung kasus narkoba, Anji, sebagian barang buktinya diketahui disimpan di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung.

Sebab memang Gunung Puntang kini sedang membangun tempat wisata glamour camping, dengan menggandeng Anji, sebagai brand ambasador.

Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan, yang juga merupakan teman Anji, mengaku sangat prihatin dan kecewa karena Anji tersandung kasus narkoba dan menyimpan sebagian ganjanya di Gunung Puntang.

Baca juga: Anji Jalani Rehabilitasi Mulai Hari Ini Sambil Menunggu Pemberkasan Kasusnya Rampung

"Tentu sebagai temannya Anji, saya prihatin dan menyayangkan, dengan kasus yang menimpa beliau, mudah-mudahan kasusnya bisa segera ditangani," ujar Sahrul, di salah satu hotel yang ada di Ciwidey, Minggu (19/9/2021).

Sahrul mengaku, ia sendiri belum update sampai saat ini bagaimana kelanjutan kasus yang menimpa Anji.

"Terkait dengan pemberitaan, bahwa ditemukan ada Ganja, berada dikawasan yang dikembangkan oleh beliau, saya harus crosscheck dulu seperti apa," kata Sahrul.

Menurut Sahrul, namun jika memang ada unsur kesengajaan maka tak ada toleransi.

Baca juga: Saat Anji Ungkapkan Kerinduan untuk Anak-anaknya, Lama Tak Bertemu karena Ditahan Gara-gara Narkoba

"Jika memang betul ada unsur kesengajaan di sana, ya, saya tidak melihat itu siapa, dan apakah jadi bagian orang terdekat saya atau tidak. Saya sangat tidak setuju, dan kita tentunya memiliki tugas untuk bagaimana caranya mengawasi agar barang barang yang tidak diperkenankan, dan berhaya bagi masyarakat tidak ada di Kabupaten Bandung," kata Sahrul.

Sahrul mengatakan, pihaknya harus meminimalisir akan adanya barang terlarang, untuk ke depannya harus ada fungsi kontroler yang lebih ketat.

"Ini sebetulnya adalah impect dari sinergitas yang belum terlalu baik di antara pemerintah Kabupaten dan perusahaan BUMN yang ada di Kabupaten Bandung," katanya.

Baca juga: Kabar Terkini Anji yang Tersandung Narkoba, Sampaikan Permintaan Maaf, Janji Ikuti Proses Hukum

Sebab menurutnya, lahan di Kabupaten Bandung ini, bukan milik Pemkab saja, tetapi milik pihak lain baik itu BUMN atau swasta dan ini harus ada kerjasama, untuk mencegah adanya barang terlarang termasuk narkoba.

"Saya kira ini accident aja, ya, kita enggak pernah tahu, siapa dan dimana sesuatu itu terjadi, termasuk berkaitan dengan narkoba," kata Sahrul.

Jadi kata Sahrul, sahabatnya itu, barangkali hanya menjadi korban dari penyalahgunaan narkoba.

"Kita doakan yang terbaik, buat beliau," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved