Breaking News:

Dandim Sumedang Jatuh dari Motor Dua Kali, Jelajahi Bukit & Hutan untuk Salurkan Bantuan ke Pelosok

Letkol Inf Zaenal Mustofa sampai terjatuh dua kali dari motor yang dikendarainya. Ia berujar, seru.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Komandan Distrik Militer 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa saat menyalurkan sembako di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel, Sabtu (18/9/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Keindahan Kabupaten Sumedang yang menghampar di pelataran gunung api nonaktif Tampomas tak hanya bisa dinikmati pegiat paralayang.

Para pemotor pun bisa mendapatkan keindahan itu saat melintas bukit Nangorak.

Sabtu (18/9/2021) pagi, belasan pemotor lintas bukit yang dipimpin Komandan Distrik Militer (Dandim) 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa bersiap menelusuri lekuk-lekuk punggung bukit dari Nangorak di Kecamatan Sumedang Selatan tujuan Kampung Cibubut, Desa Jayamekar, di pelosok Kecamatan Cibugel.

Rombongan ini bukan sekadar mencari bahagia dengan menikmati keindahan alam Sumedang yang menawan dari atas bukit, tapi juga hendak membawa kebahagiaan itu ke dalam hati petani-petani karet miskin, orang jompo, dan kaum duafa di daerah-daerah yang jauh dari keramaian kota.

Dandim dan koleganya hendak menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok dan kaus untuk orang-orang yang di masa Pandemi Covid-19, hidup mereka semakin sulit.

Pagi itu, deru sepeda motor lintas memecah kesunyian Nangorak. Selepas lapak berkemah di ujung jalan desa, pemotor langsung masuk ke jalan sempit berbatu.

Jalan setapak ini selebar badan mobil dengan batu tersusun rapi. Namun, dengan kondisi yang teramat terjal, rasanya tak mungkin mobil bisa melintas ke jalur itu kecuali berdobel gardan.

Udara yang panas dari perbukitan Nangorak berubah seketika menjadi dingin karena pemotor mulai menuruni lembah dengan vegetasi tanaman cukup rapat. Udara sejuk khas hutan saat kemarau. Dingin namun tidak lembab.

Dari lembah ini, jalur selanjutnya semakin sempit. Hanya setapak roda sepeda motor dan pepohonan yang tadi rapat, kini berubah menjadi hamparan kebun teh. Dari kebun teh inilah kota Sumedang memamerkan keindahannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved