Breaking News:

Ono Surono Desak Mendag dan Mentan Segera Eksekusi Arahan Jokowi Turunkan Harga Jagung

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ono Surono meminta Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian

Editor: Ichsan
dpd pdip jabar
Ono Surono Desak Mendag dan Mentan Segera Eksekusi Arahan Jokowi Turunkan Harga Jagung 

TRIBUNJABAR.ID - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ono Surono meminta Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian segera mengeksekusi arahan Presiden Jokowi untuk menurunkan harga jagung menjadi Rp 4.500/kg.

Menurut Ono, persoalan in tidak terlepas dari manajemen tata niaganya.

"Soal harga jagung ini tidak terlepas dari produksi dan tata niaganya. Sehingga, dengan komitmen yang sudah disampaikan oleh Presiden bahwa harga jagung Rp 4.500/kg harus segera dieksekusi oleh Mentan dan Mendag," kata Ono, dalam rilisnya, Sabtu (18/9).

Menurut Ono, pemerintah harus melakukan langkah cepat terkait persoalan ini. Pemerintah pun perlu mengkaji ulang program khusus produksi jagung.

Baca juga: Panen Ribuan Ton Jagung, Agro Jabar Menjadi Pionir Bisnis Pangan di Jabar

"Perlu langkah cepat sehingga peternak bisa mendapatkan kepastian. Untuk jangka panjang, perlu mereview kembali Program Upsus Jagung yang pernah disampaikan bahwa Indonesia sudah bisa ekspor jagung dan mengurangi impor jagung," ujarnya.

Menurutnya, program yang dibuat oleh Mentan jangan hanya menyenangkan Presiden dan Rakyat sesaat, tetapi harus menjadi program yang berkelanjutan.

"Bagi peternak skala kecil, kebutuhan jagung masih sangat besar, di saat pakan pabrik harganya juga sangat tinggi," kata Ono.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar itu juga meminta Jokowi untuk menjalankan Badan Pangan Nasional. Sehingga menurutnya tidak ada lagi ketidaksinkronan antara kementerian terkait.

Baca juga: Kisah Tentara Cantik, Anak Penjual Jagung Jadi Pilot Wanita TNI AD Pertama, Disalami Jenderal Andika

Ia menambahkan, kondisi seperti ini juga bisa menjadi dasar bagi Presiden untuk segera menjalankan Badan Pangan Nasional yang berfungsi melakukan koordinasi, perumusan, dan penetapan kebijakan ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan serta kerawanan pangan.

"Sehingga tidak ada lagi ketidaksinkronan antara Mentan dan Mendag terkait masalah pangan," kata Ono.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved