Co Pilot Rimbun Air yang Meninggal di Papua, Sempat Video Call Istri, Tinggalkan Bayi 10 Bulan

Co Pilot Mohammad Fajar Dwi Saputra salah satu korban kecelakaan Pesawat Rimbun Air merupakan ayah muda yang baru memiliki bayi usia 10 bulan

Editor: Siti Fatimah
dok Tribunnews Bogor
Jenazah pilot Rimbun Air Kapten H Mirza tiba di kediamannya di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (17/9/2021). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Salah satu korban Pesawat Rimbun Air adalah Co Pilot Mohammad Fajar Dwi Saputra. Kepergian Mohammad Fajar Dwi Saputra menjadi duka mendalam bagi keluarga.

Mohammad Fajar Dwi Saputra terbilang masih sangat muda yakni baru berusia 26 tahun.

Co Pilot ini bahkan belum lama baru memiliki anak yang kini masih berusia 10 bulan.

Bahkan Mohammad Fajar Dwi Saputra disebutkan sempat melalukan video call sebelum menjalan tugasnya sebagai Co Pilot.

Baca juga: Cuaca Buruk saat Rimbun Air Akan Mendarat, Diduga Landasan Tak Terlihat oleh Pilot

Dikutip dari TribunnewsBogor, duka masih menyelimuti keluarga korban Pesawat Rimbun Air yang jatuh saat terbang di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Dalam insiden kecelakaan pesawat ini, tiga orang meninggal duniadiantaranya Captain H Mirza sebagai pilot, Mohammad Fajar Dwi Saputra sebagai Co Pilot dan Iswahyudi sebagai teknisi.

Ketiganya ditemukan sudah tak bernyawa bersama pesawat yang mereka tumpangi dikawasan pegunungan Intan Jaya.

Foto Almarhum Co Pilot Rimbun Air
Foto Almarhum Co Pilot Rimbun Air (dok Tribunnews Bogor)

Diketahui sebelumnya, Pesawat Rimbun Air hilang kontak di kawasan Pegungan Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Rabu (15/9/2021).

Pesawat Rimbun Air itu ditemukan di ketinggian 2.400 meter dalam kondisi hancur dengan jarak 5 km dari Bandara Bilogai ke arah Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.

Dibalik kecelakaan pesawat ini, kisah dan ada duka mendalam di keluarga serta kerabat korban satu diantaranya Kopilot Rimbun Air Mohammad Fajar Dwi Saputra.

Baca juga: Sosok Mirza Pilot Rimbun Air yang Jatuh di Papua, Baik Tak Terhingga, Santuni Anak Yatim dan Janda

Pesawat bermuatan cargo bahan bangunan itu ditemukan tim SAR pada koordinat 3.44.45 S – 136.59.59 E.

Co Pilot yang masih berusia 26 tahun itu rupanya meninggalkan buah hatinya yang masih berusia 10 bulan.

"Sudah menikah, punya seorang putra baru umur 10 bulan," kata Sri Purwati, ibunda almarhum Fajar  saat dijumpai di rumah duka Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, putra bungsunya itu sempat menelpon istri dan anaknya yang baru berusia 10 bulan sebelum melakukan penerbangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved