Breaking News:

Seleksi CPNS di Kabupaten Bandung, Hampir 10 Ribu Orang Bersaing Memperebutkan 492 Formasi

Sebanyak hampir 10 ribu orang memperebutkan kuota CPNS di Kabupaten Bandung yang jumlahnya hanya 492 formasi.

Grafis Tribunstyle
ilustrasi - link pengumuman CPNS Kabupaten Bandung 2021 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perebutan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Bandung dipastikan berlangsung kompetitif.

Sebanyak hampir 10 ribu orang memperebutkan kuota CPNS yang jumlahnya hanya 492 formasi.

Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung, Wawan Ridwan, mengungkapkan, Kabupaten Bandung merupakan wilayah yang banyak diminati untu tes CPNS.

"Jadi 10 besar di kementerian lembaga yang ada di wilayah Indonesia. Peminatnya hampir 20 ribu peminat, tetapi setelah seleksi administrasi yang lolos 9.723," ujar Wawan di Gedong Budaya, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (17/9/2021).

Sedangkan, lanjutnya, formasi yang ada 492 untuk CPNS dan 253 PPPK. Dikatakan dia, untuk formasi CPNS sebanyak 394 tenaga medis dan 98 tenaga teknis.

"Jadi bayangkan, untuk CPNS hampir 10 ribu, hanya memperebutkan kursi 492," kata Wawan.

Menurut Wawan, dengan banyaknya peminat itu, diharapkan ada kondisi yang positif kenapa Kabupaten Bandung banyak diakses orang untuk menjadi CPNS.

"Mudah-mudahan karena mungkin kinerja dari PNS, kemudian iklim investasinya, kemudian sistem pemerintahan yang mudah-mudahan bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar dia.

Baca juga: Hasil Skor SKD CPNS 2021 Pemerintah KBB & Kabupaten Bandung, Nilai TWK, TIU &TKP; Sudah Bisa Dilihat

Saat disinggung apa kendala CPNS, Wawan menyebut berkaitan dengan masalah pendaftaran melalui online.

"Jadi banyak masyarakat yang karena tidak lulusan seleksi administrasi ini, dia kurang cermat memahami perintah-perintah yang berdasarkan regulasi, misalnya menscan, upload, foto harus berwarna, harus mengupload ijazah segala macam," tuturnya.

Jadi, kata Wawan, di situ kadang mereka mungkin abai tidak fokus sehingga beberapa persyaratan tidak terpenuhi.

"Tidak terupload, atau salah mengupload, atau tidak jelas dalam melakukan scan. Saya kira ini penyakit yang biasa muncul pada saat ada tes CPNS," katanya.

Wawan mengimbau agar semua peserta lebih teliti karena tes CPNS saat ini sudah menggunakan sistem komputer.

"Jadi saya kira tidak ada peluang untuk siapapun untuk mengotak ngatik hasil nilai CPNS atau PPPK. Jadi kalau ada orang yang mengaku bisa meluluskan PPPK atau CPNS, wajib untuk hukumnya tidak percaya," ucapnya.

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Seleksi CPNS Provinsi Jawa Barat, Nama Peserta Tiba-tiba Hilang

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved