Breaking News:

Polisi Terus Memburu Puluhan Pembeli Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Ilegal, Bisa Dipidana

Polisi masih memburu puluhan warga yang memiliki sertifikat ilegal vaksinasi Covid-19.

Editor: Giri
Via Tribunnews
Ilustrasi - Polisi masih memburu puluhan warga yang memiliki sertifikat ilegal vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi masih memburu puluhan warga yang memiliki sertifikat ilegal vaksinasi Covid-19.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, mengatakan para pemegang sertifikat ilegal vaksin Covid-19 ini dapat dikenai pidana jika terbukti sengaja membeli dan menggunakan setifikat tersebut.

"Dapat dipastikan, kalau sengaja dan ternyata yang bersangkutan sedang terpapar, ini kan artinya ada kesengajaan. Tapi, kita tidak bisa berspekulasi seperti itu, kita harus minta keterangan untuk meminta kepastian sengaja atau tidak. Mohon waktulah hasil dari pemeriksaan," ujar Erdi kepada Tribun Jabar, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (16/9/2021).

Empat tersangka ditangkap aparat Polda Jabar karena diduga terlibat dalam praktik jual-beli sertifikat vaksinasi Covid-19.

Satu sertifikat dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung deal.

Para tersangka bisa "memproduksi" sertifikat vaksin yang  tervalidasi di aplikasi PeduliLindungi karena memiliki akses ke dalam sistem pembuatan sertifikat.

Dua dari empat tersangka yang ditangkap adalah relawan vaksinasi Covid. Namun, keduanya menjalankan aksinya secara terpisah.

JR, yang pertama ditangkap, menjalankan aksinya sendirian.

Modusnya, menawarkan jasanya melalui media sosial. Setelah mendapat kesepakatan harga, pelaku tinggal memasukkan data pemesan, berupa nama dan nomor induk kependudukan (NIK)-nya ke sistem. Sertifikat vaksinasi pun selesai tanpa harus didahului penyuntikan vaksin Covid terhadap pemesannya.

Berbeda dengan JR, tersangka lainnya, IF, melakukan aksinya dibantu dua rekannya, MY dan HH. Namun, modus operandinya persis sama dengan yang dilakukan JR.  Polisi menangkap JR, alhir Agustus lalu, sementara ketiga tersangka lainnya ditangkap, 6 September lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved