Breaking News:

Meski Harga Jatuh Petani Porang Tak Kapok Menanam, Masih Mampu Kirim 2 Ton Chip Porang ke Surabaya

Meski harga porang jatuh Baik itu umbi mentah maupun chip ternyata tidak membuat kapok petani porang di Ciamis.  Bahkan masih mengirim dua ton

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
tribunjabar/andri m dani
Petani di Ciamis Tanam Porang 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Meski harga porang jatuh babak belur. Baik itu umbi mentah maupun chip (irisan umbi porang yang dijemur sampai kering), ternyata tidak membuat kapok petani porang di Ciamis.  

“Sayaa nghgak kapok, kenapa harus kapok. Dalam usaha, turun naik harga sudah biasa. Apalagi harga ayam, saya sudah biasa mengalami harga ayam jatuh bangun. Sekarang harga porang memang lagi jatuh, hanya Rp 5.000/kg,  tapi saya tetap nanam porang. Tidak ada istilah kapok,” ujar H Sarkum,  warga Dusun Jagabaya II Desa Jagabaya Kecamatan Panawangan Ciamis kepada Tribun Jumat (17/9) sore.

Pada musim tanam tahun 2021 ini, bulan Agustus lalu menurut H Sakrum ia sudah menanam porang seluas 3 hektare di lahan milik sendiri dari Dusun Jagabaya I dan Dusun Jagabaya II. Dengan benih berupa katak dan umbi dari hasil panen dan karantina sendiri.

Selain itu ia juga memiliki kebun porang seluas 4 hektare yang sudah memasuki masa panen (dorman 1)  tidak hanya di Desa Jagabaya tetapi juga di Blok Ciembe Panawangan.

Selain berprofesi sebagai peternak ayam ras pedaging, H Sarkum adalah salah seoran perintis budidaya porang di Ciamis. Beliau belajar bercocok tanam porang ke pakar porang, Mas Paidi di Madiun.

Saat sebagian petani di Ciamis tahun 2020 lalu baru memulai menanam porang, H Sarkum sudah memulai panen.

Panen perdana kebun porangnya di Blok Pasir Bunut Dusun Jagabaya II, dari kebun seluas 400 bata (1 hektare = 700 bata) didapatkan hasil panen 9 ton umbi porang usia sartu dorman (8 bulan). Dari 9 ton umbi porang basah hasil panen November 2020, oleh H Sarkum  sebanyak 7,5 ton umbi porang diantaranya di jual langsung ke pabrik di Madiun dengan harga Rp 10.000/kg. Sisanya dibikin chip dan dijadikan benih.

Kirim 2 ton Chip ke Surabaya

Memasuki musim panen tahun 2021 ini, bulan Juli-Agustus lalu H Sarkum memanen kebun porangnya di Blok Jagabaya I seluas 500 bata. Dari kebun seluas 500 bata yang berisi tanaman porang dua musim dorman (2 x 8  bulan) tersesbut H Sarkum mendapatkan hasil 15 ton umbi porang mentah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved