Doa Harian
Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam, Mohon Perlindungan dari Azab Kubur dan Neraka Jahannam
Selain tahiyat ada doa yang dibaca setelah tasyahud akhir sebelum salam termasuk doa dalam salat yang dianjurkan Rasulullah SAW, berikut keutamaannya
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
TRIBUNJABAR.ID - Selain tahiyat ada doa yang dibaca setelah tasyahud akhir sebelum salam.
Doa tersebut merupakan termasuk doa dalam salat yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Sebagaimana hal itu pernah diriwayatkan dalam hadis riwayat Muslim.
Bahkan doa setelah tasyahud akhir sebelum salam itu diajarkan Rasulullah SAW langsung.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila diantara kalian telah tasyahud akhir, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal, beliau mengucapkan:
‘ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ’
ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABILQABRI, WA MIN FITNATILMAHYA WALMAMATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIHIDDAJJAL.”
Artinya:
“Ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa Jahannam, siksa kubur, dari fitnahnya kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnahnya Al Masih Ad-Dajjal.” (HR. Muslim, N0. 588).
Baca juga: Surat Ad Dukhan (Dukhon) Ayat 1-59 Al Quran, Berisi Kisah Kiamat, Siksa Neraka, dan Nikmatnya Surga
Keutamaan membaca doa setelah tasyahud akhir sebelum salam
Membaca doa setelah tasyahud akhir sebelum salam menurut jumhur ulama adalah sunah.
Kendati begitu, sangat dianjurkan dibaca karena mengandung keutamaan memohon perlindungan.
Dilansir dari konsutlansisyariah.com, doa tersebut mengandung arti memohon perlindungan dari empat hal.
Dua di antaranya yaitu, berlindung dari azab kubur dan berlindung dari siksa neraka jahannam.
1. Berlindung dari dari siksaan neraka jahannam
Rasulullah SAW menempatkan urutan pertama berlindung dari azab Jahannam karena neraka bagian dari akhirat.
Lamanya waktu 1 hari di neraka sama dengan 1000 hari dari waktu di dunia.
Sebagaimana dalam hadis nabi,
يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ ، خَمْسِ مِئَةِ عَامٍ)
“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.”
Hal ini pun dipertegas Allah SWT dalam Al Quran Surat Al Hajj : 47.
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47).
Adapun orang kafir di akhirat dua kali lebih lama dibanding orang beriman, Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Al Ma’arij
فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun (QS. Al Ma’arij: 4)

Baca juga: Ingat Azab dan Siksa Kubur, Ini Kumpulan Doa-doa yang Dipanjatkan Beserta Artinya agar Kelak Selamat
Allah SWT telah menggambarkan kondisi neraka jahannam bergitu mengerikan.
إنها سآءت مستقراً ومقاماً
“Sesungguhnya neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” (QS. Al-Furqan: 66).
Selain itu dijelaskan dalam riwayat Rasulullah SAW pernah memberitahukan sahabatnya soal alat yang digunakan di neraka Jahannam.
Abu Hurairah mengatakan,
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « تَدْرُونَ مَا هَذَا . قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ هَذَا حَجَرٌ رُمِىَ بِهِ فِى النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِى فِى النَّارِ الآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا .
“Kami dulu pernah bersama Rasulullah SAW Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh. Nabi SAW lantas bertanya, “Tahukah kalian, apakah itu?” Para sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi SAW kemudian menjelaskan, “Ini adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun yang lalu dan batu tersebut baru sampai di dasar neraka saat ini. [HR. Muslim 5082]
2. Berlindung dari azab kubur
Pernah dijelaskan dalam Al Quran, azab kubur bagi orang kafir akan ditampakkan Allah SWT sebagaimana firaun dan bala tentaranya.
“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“.” (QS. Al Mu’min: 45-46)
Sebagian jumhur ulama berdalil ayat tersebut adanya azab kubur.
Pendapat ini dipilij Mujahid bahwa ayat itu menunjukkan adanya siksa kubur di dunia, (Al Jaami’ Li Ahkamil Qur’an, 15/319)
Gambaran dahsyatnya azab kubur pernah diceritakan khalifah Utsman bin Affan radhillahu ‘anhu hingga menangis saat melihat pemakaman.
“Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
إن القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه
“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “hasan gharib”. Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Misykah al-Mashabih)
Baca juga: Doa-doa Agar Terhindar dari Fitnah Termasuk Fitnah Dajjal, Dibaca Ketika Tasyahud atau Ketika Wirid
3. Berlindung dari fitnah kehidupan dunia dan kematian
Fitnah hidup artinya semua fitnah yang dihadapi seseorang dalam hidupnya, baik yang menimpa agamanya atau urusan dunianya.
Demikian pula, termasuk fitnah hidup adalah fitnah yang menimpa agama seseorang.
Seperti penyimpangan dari agama dan syariat Allah, termasuk fitnah bagi kehidupan manusia.
Fitnah dunia sangat dikhawatirkan Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadis.
إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَ فُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ
Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan. [HR. Ahmad dari Abu Barzah Al-Aslami. Dishahihkan oleh Syaikh Badrul Badr di dalam ta’liq Kasyful Kurbah, hal: 21]
Adapun fitnah kematian yakni azab kubur, di mana mayat ditanya malaikat Munkar dan Nakir.
Dikutip dari sumber yang sama, semua pertanyaan dan ancaman siksa di kuburan, termasuk fitnah kematian.
Sebagaian ulama menjelaskan fitnah kematian itu bisa jadi ketika seseorang dalam keadaan sakaratul maut. Karena begitu sakitnya seseorang dalam keadaan naza’.
Tidak hanya itu saja, kadang setan akan mendatangi seseorang dalam keadaan naza’ untuk menggodanya.
4. Berlindung dari keburukan fitnah Dajjal
Dajjal merupakan fitnah terbesar umat di akhir zaman, Rasulullah SAW selalu mewanti-wanti umatnya dari fitnah Dajjal.
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946)
Dari Anas, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
“Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhari no. 7131)
Demikian, itulah beberapa keutamaan doa setelah tasyahud akhir sebelum salam doa yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.
Mengingat hukumnya sunah namun sangat dianjurkan dan doa dalam salat maka doa ini merupakan doa harian yang rugi bila dilewatkan.
Sebagaimana dijelaskan bagaimana siksa dan azab merupakan hal yang dikhawatirkan Rasulullah SAW terhadap umatnya.