Breaking News:

Semua Kecamatan di Sumedang Berpotensi Terjadi Bencana, Warga Mesti Lakukan Ini Untuk Antisipasi

BPBD Sumedang mencatat, 26 kecamatan di Sumedang berpotensi menghadapi bencana pergerakan tanah dan longsor pada musim hujan tahun ini

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumedang, Adang saat ditemui TribunJabar.id, di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar. Id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mencatat, 26 kecamatan di Sumedang berpotensi menghadapi bencana pergerakan tanah dan bencana longsor pada musim hujan tahun ini. 

Informasi yang dihimpun TribunJabar.id, ke-26 kecamatan tersebut berpotensi terjadi bencana pergerakan tanah dengan risiko menengah hingga menengah tinggi.

"Ya, semua kecamatan di Sumedang berpotensi terjadi bencana longsor dan pergerakan tanah, mulai dari risiko menengah hingga risiko menengah tinggi," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumedang, Adang saat ditemui TribunJabar.id, di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021) petang. 

Adang menyebutkan, berdasarkan catatan BPBD Sumedang, terdapat sebanyak enam kecamatan di Sumedang yang berpotensi bencana banjir, di antaranya, Kecamatan Jatinangor, Kecamatan Cimanggung, Kecamatan Sumedang Utara, Kecamatan Sumedang Selatan, Kecamatan Ujungjaya, dan Kecamatan Tomo. 

"Selain berpotensi terjadi bencana longsor, Kecamatan Sumedang Selatan masih berpotensi terjadi banjir bandang pada musim hujan tahun ini," ujar Adang. 

Adang mengaku telah mengambil tindakan yang dianggap perlu terkait pengurangan risiko bencana dalam menghadapi musim hujan dan mengantisipasi untuk meminimalisir dampaknya.

Salah satunya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). 

"Kami sudah menerbitkan surat edaran tentang antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana longsor dan pergerakan tanah ke semua kecamatan di Sumedang, dan melakukan patroli sungai," ucapnya. 

Adang mengimbau warga yang tinggal di perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan ini. Terlebih saat terjadi hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam durasi waktu yang lama.

"Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama, warga diimbau untuk segera mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan. Minimal tinggal dulu di tempat yang lebih aman,"   kata Adang. 

"Jika warga melihat ada wilayah yang berpotensi terjadi bencana, diimbau untuk segera melapor ke Pusdalops BPBD Sumedang, kami siaga 24 jam," katanya.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved