Hari Ini, Dua Buronan Kasus Korupsi di Jabar Ditangkap, Curi Duit Negara Miliaran Rupiah

Terpidana kasus korupsi Bank Mandiri, Aryo Satigi, berhasil diringkus pemburu buron Kejagung, Kejati Jabar dan Kejaksaan Negeri Bandung

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Dok Kejati Jabar
Terpidana kasus korupsi Bank Mandiri, Aryo Satigi berhasil dibekuk tim gabungan intelejen Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Jabar dan Kejaksaan Negeri Bandung, Kamis (16/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terpidana kasus korupsi Bank Mandiri, Aryo Satigi, berhasil diringkus pemburu buron Kejagung, Kejati Jabar dan Kejaksaan Negeri Bandung, Kamis (16/9/2021).

Aryo Satigi merupakan buronan kasus korupsi Bank Mandiri yang  melarikan diri selama 15 tahun.

Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil mengatakan, Aryo di tangkap tim gabungan di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (16/9/2021).

"Yang bersangkutan ini sudah buron selama 15 tahun," ujar Dodi Gazali Emil, dalam keterangannya.

Aryo sendiri sudah divonis dan dikenakan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar untuk kasus korupsi pada Bank Mandiri cabang Prapatan pada 2002 silam.

Atas kasus tersebut, Aryo disebut merugikan negara pada Bank Mandiri sebesar Rp 120 miliar.

"Setelah ditangkap, selanjutnya terpidana dibawa ke kantor Kejari Bandung untuk diamankan dan akan dibawa ke Jakarta oleh tim Kejagung untuk dieksekusi," katanya.

Baca juga: Janda Dipukul Pakai Alu Kayu Hingga Meninggal, Gara-gara Pinjam Uang, Ini Nasib Pelaku Usai Buron

Buron 12 Tahun Koruptor Garut Juga Diringkus

Buron selama 12 tahun, Tauhidi seorang pemborong asal Pandeglang akhirnya ditangkap jaksa pemburu buron Kejaksaan Negeri Garut, Kamis (16/9/2021).

Terpidana korupsi bernama Tauhidi (52) diputus bersalah pada 2009 karena terbukti korupsi dalam pembangunan Sarana dan Prasarana Usaha Kelautan Tahun Anggaran 2005 di Lingkungan Dinas Perikanan Pemprov Jabar di kawasan Cikelet Kabupaten Garut

"Dulu ia sudah divonis dua tahun penjara, tersangka kasus tindak pidana korupsi untuk pengadaan pengembangan proyek pusat pelelangan ikan (PPI) di Cilautereun, Cikelet," ujar Kepala Kejari Garut Neva Sari Susanti saat melakukan pers release di Kejari Garut, Kamis (16/9/2021) malam.

Terbukti korupsi dalam proyek PPI, Tauhidi merugikan negara Rp 599 juta dari biaya proyek senilai Rp 1,1 miliar rupiah yang diserahkan kepada PT Satia Nugraha Mulya.

Kemudian PT Satia  Nugraha Mulya memberikan kuasa kepada Tauhidi untuk menggarap proyek PPI tersebut. Terdakwa kemudian melakukan pekerjaannya namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak kerja dan dan tidak tepat waktu.

Selama buron Tauhidi mengganti seluruh identitasnya, ia kemudian berhasil  terdeteksi oleh pemburu buron saat dirinya mengurus proses perceraian di Kabupaten Subang.

"Yang bersangkutan mengajukan cerai jadi terdata, jadi data-datanya muncul ada alamat rumahnya ada alamatnya jelas, kita kordinasi dengan Kejari Subang untuk melakukan penangkapan," ungkap Neva.

Neva menjelaskan terpidana sempat bebas saat putusan tahun 2007 namun Kejaksaan Negeri Garut saat itu melakukan kasasi.

Kemudian di tahun 2009 turun peninjauan kembali (PK) dengan putusan pidana penjara dua tahun denda Rp 200 juta subsider enam bulan dan uang pengganti sebesar Rp 449 juta yang harus dibayar oleh terpidana.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved