Breaking News:

Unisba Gelar Bandung Annual International Conference, Pertemukan Para Peneliti

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisba menggelar  kegiatan Bandung Annual International Conference (BAIC) 2021.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Cipta Permana
Salah seorang pemateri, Dr. Ir. Mohamad Satori sampaikan paparannya dalam pembukaan BAIC Tahun 2021, di Aula Unisba, Rabu (15/9/2021) / Cipta Permana. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisba menggelar  kegiatan Bandung Annual International Conference (BAIC) 2021.

Kegiatan itu merupakan agenda rutin, tempat publikasi bagi para peneliti atas riset yang telah mereka lakukan.

Ketua Panitia, Ahmad Arif Nurrahman, mengungkapkan kegiatan konferensi ini terbagi menjadi dua kegiatan utama. Scientific & Technology Research Symposium (SiRes) dan Social & Humanities Research Symposium (SoRes).

Adapun area bidang riset yang termasuk dalam kategori SiRes, yaitu teknik Industri, teknik pertambangan, perencanaan wilayah dan kota, statistik, dan matematika.

Sedangkan bidang riset yang masuk dalam area SoRes adalah komunikasi, psikologi, manajemen, akuntansi, ekonomi, hukum, pendidikan Islam, pendidikan anak usia dini, komunikasi dan penyiaran Islam, ekonomi syariah dan bidang lain yang terkait.

"Untuk jumlah peserta tahun ini mencapai 219 peserta, yang terdiri dari 153 peserta SoRes dan 66 peserta SiRes.  Para peserta sebagian besar peneliti dan dosen di lingkungan Unisba, sedangkan sebagian yang lain berasal dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri," ucap dia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (15/9/2021)

Baca juga: Peneliti Unisba, Raih Hak Desain Industri Pertama dari Dirjen DJKI

Kata dia, agenda ini untuk meningkatkan jejaring dan kolaborasi di level nasional dan internasional. Forum ilmiah ini juga diharapkan dapat menambah wawasan dan kematangan berpikir para peserta secara ilmiah.

Disinggung soal hasil penelitian peserta BAIC, menurutnya, karena banyak penelitian baik yang dibiayai LPPM Unisba maupun dari luar, seperti dari pemerintah tentang penanganan pandemi.

“Dilihat dari hasil penelitian para peserta, sekitar 12-20 persennya penelitian tentang bagaimana penanganan pandemi dilakukan,” katanya.

Ketua LPPM Unisba, Prof Neni Sri Imaniyati, mengatakan, sebelum melakukan riset penelitian, para peserta mendapatkan program coaching clinic penulisan artikel ilmiah.

“Dalam klinik penulisan ini, para peserta akan diberi panduan menulis artikel sesuai ketentuan penerbit internasional yang akan menerbitkan hasil-hasil riset yang di presentasikan saat konferensi,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, artikel dalam konferensi ini akan dipublikasikan di prosiding internasional sehingga kegiatan konferensi ini tidak berhenti hanya pada presentasi hasil penelitian semata.

“Lebih dari itu, konferensi ini menjadi wadah bagi para dosen Unisba, khususnya, untuk mempublikasikan hasil riset mereka secara internasional melalui prosiding internasional,” katanya (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved