Breaking News:

PSI Kota Bandung Protes, Anggaran untuk Pencari Kerja Dipangkas, Padahal Pengangguran Meningkat

PSI mempertanyakan anggaran untuk pencari kerja di Kota Bandung yang dipangkas.

Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Tiah SM
Anggota DPRD Kota Bandung Erick Darmajaya. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kondisi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari 1,5 tahun, turut berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran di Kota Bandung.

Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan tersebut mencapai hingga tiga persen.

Kondisi ini pun disoroti oleh anggota DPRD Kota Bandung dari fraksi PSI, Erick Darmajaya, khususnya terkait hilangnya anggaran program penyuluhan dan bimbingan jabatan bagi pencari kerja di Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.

"Semula anggarannya juga tidak besar hanya sekitar Rp 27 juta. Tapi seiring bertambahnya para pencari kerja di setiap tahun, yang membutuhkan program penyuluhan dan pembinaan, anggaran ini justru dihilangkan," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual Selasa (14/9/2021) malam.

Menurutnya, pengurangan anggaran program kegiatan di Dinas Ketenagakerjaan sangat bertolakbelakang dengan janji kampanye dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, yaitu, membangun sumber daya manusia untuk menyelesaikan masalah pengangguran di Kota Bandung.

Selain anggaran program penyuluhan dan bimbingan jabatan bagi pencari kerja, Erick pun merinci beberapa alokasi yang juga dihilangkan dan dipangkas, diantaranya anggaran untuk Pelayanan dan Penyediaan Informasi Pasar Kerja Online yang semula sebesar Rp 46 juta menjadi nol.

Demikian pula dengan anggaran Job Fair atau Bursa Kerja, dari semula Rp 555 juta dipangkas menjadi hanya Rp 227 juta.

"Kalau seperti ini, bagaimana Pemerintah Kota Bandung bisa membantu para pencari kerja untuk mendapatkan haknya. Kalau kita kembali melihat sasaran meningkatnya penempatan kerja, kami lihat perubahan anggaran yang diajukan sama sekali tidak sesuai dengan sasaran itu. Padahal, rakyat sangat membutuhkan peranan Pemerintah Kota Bandung," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Kota Bandung, Yoel Yosaphat menurutkan dengan dengan kondisi keterbatasan akibat pandemi covid-19 saat ini, sektor lainnya yang turut terdampak adalah para seniman dan budayawan. Selain, aktivitas kegiatan hiburan yang masih belum diizinkan kembali bergulir. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved