Breaking News:

Masyarakat Kian Antusias Divaksin, Atalia: Pemerintah Tidak Bisa Berjalan Sendiri

Antusias masyarakat Jawa Barat untuk mendapat vaksin Covid-19 terus meningkat. Atalia puji peran swasta.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Wakil Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil saat meninjau vaksinasi massal dan pemberian sembako yang diselenggarakan H&D Organizer di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (15/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Minat masyarakat Jawa Barat untuk mendapat vaksin Covid-19 kian meningkat.

Berbagai kegiatan vaksinasi massal pun nyaris tidak pernah sepi oleh masyarakat yang antusias mendapatkan vaksin gratis.

Wakil Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil, mengatakan target sasaran vaksinasi Covid-19 di Jabar masih terlalu banyak yang perlu dikejar.

Dari 37 juta target,  baru 18,5 juta di antaranya yang divaksinasi.

"Maka kita perlu menggerakan dari komunitas, dunia usaha, industri, akademisi dan sebagainya, untuk melakukan vaksinsi secara mandiri. Bersama-sama pemerintah mencapai herd immunity akhir 2021," kata Atalia seusai meninjau vaksinasi massal dan pemberian sembako yang diselenggarakan H&D Organizer di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (15/9/2021).

Atalia mengatakan awalnya mengira hambatan utama dalam vaksinasi adalah sosialisasi kepada masyarakat.

Namun ternyata kini, masyarakat semakin berkeinginan mendapat vaksin dan pemerintah harus berkolaborasi dengan berbagai elemen atau komunitas masyarakat untuk memenuhinya.

"Masyarakat semakin berkeinginan tapi kesiapan seluruh elemen belum memadai. Contoh di Pasar Lembang kemarin, warga sekitarnya tenyata banyak yang belum divaksin dan mereka sangat berminat, sehingga perlu kerja sama dengan pemerintah," katanya.

Penginisiasi vaksinasi di Graha Manggala Siliwangi yang yang juga Pemilik H&D Organizer, Eva Fadilah, mengatakan memang masyarakat sangat antusias mengikuti vaksinasi.

Awalnya hanya ditargetkan 1.000 dosis vaksinasi, namun kini menjadi 1.300. Ia pun menyediakan 1.300 paket sembako untuk warga yang divaksin.

"Memang begitu mereka sangat berminat mendapat vaksin. Tadinya kita mau memberikan vaksin sebanyak 1.000, ternyata jadi 1.300. Jadinya kami juga harus menyediakan tambahan 300 sembako lagi," katanya.

Kegiatan ini, kata Eva, menyasar 500 orang duafa di Kecamatan Sumur Bandung dan 150 warga sekitarnya. Ia berencana akan menggelar kegiatan serupa setelah vaksinasi ini selesai.

Ia mengatakan selaku organizer, sangat rindu menyelenggarakan acara karena berbagai pembatasan yang diberlakukan di tengah pandemi. Dengan adanya ide untuk menggelar vaksinasi massal, maka acara vaksinasi ini menjadi pembangkit kembali kegiatan mereka setelah pelonggaran PPKM.

"Hari ini vaksin pertama, kemudian yang kedua 13 oktober. Kita melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang sama-sama punya impian mengadakan vaksinasi di Kota Bandung. Dari mulai RS AMC, Mandjha Ivan Gunawan, L Laudya Cynthia Bella, sampai Arisan Mojang Bandung," katanya.

Baca juga: Rekor, Sentra Vaksinasi Kalbe Farma- Kompas Gramedia di Kabupaten Bandung Melampaui Target

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved