Macan Tutul Penghuni Gunung Sanggabuana Mangsa Empat Kambing Milik Warga Karawang
Seekor macan tutul di Gunung Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang diduga memakan sejumlah ternak warga.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Mega Nugraha
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi
TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Seekor macan tutul di Gunung Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang diduga memakan sejumlah ternak warga.
"Berdasarkan penelusuran petugas lapangan dari info masyarakat ada kejadian itu," kata Asper Perhutani BKPH Perhutani Pangkalan Ika Cuhaya saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (15/9/2021).
Cuhaya mengatakan, dari penelusuran BKPH Perhutani kejadian itu terjadi pada tanggal 10 September 2021.
"Diperkirakan sore atau petang hari kejadiannya," katanya.
Cuhaya menyebutkan, dari laporan yang diterima kejadian itu terjadi di blok Cisarongge di lokasi tanah miliki Warman.
"Dari keterangan warga, kita dapat informasi ini dari bapak Entis warga Sinapeul. Saat ini kita juga masih mengumpulkan informasi," katanya.
Ia mengatakan, macan tutul tersebut sedikitnya memangsa empat ekor kambing ternak warga.
Baca juga: Kebun Binatang Bandung Batal Jadikan Rusa dan Angsa untuk Pakan Harimau dan Macan Tutul
Macan Tutul di Gunung Tilu
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar berhasil memotret penghuni Gunung Tilu dengan kamera trap. Penghuni Gunung Tilu itu yakni Panthera Pardus atau akrab disebut macan tutul.
Hal itu diketahui dari unggahan Instagram BBKSDA Jabar pada Jumat (20/8/2021). Dalam foto yang diunggah, tampak macan tutul itu menghadap kamera dengan mata menyala.
Bintik hitam di tubuh dan wajahnya tampak begitu sangat jelas.
"Pemasangan kamera trap yang dilakukan bersama-sama Resort Gunung Tilu dan The Aspinall Foundation pada bulan Juni - Juli 2021 dengan 2 (Dua) Kamera Trap di lokasi yang terdapat tanda-tanda jejak seperti cakaran," tulis keterangan di Instagram BBKSDA Jabar.
Penampakan macan tutul di Gunung Tilu yang terekam kamera trap BBKSDA Jabar (Instagram BBKSDA Jabar)
BBKSDA Jabar menyebut bahwa macan tutul yang berhasil dipotret kamera trap itu merupakan macan tutul muda.
"Hasil monitoring dan pemasangan kamera trap pada 11 Juli 2021 itu menghasilkan jepretan panthera pardus remaja pada 26 Juli & 2 Agustus 2021. Salah satu indikasi keluarga macan tutul berkembang dengan baik. Sebelumnya terakhir Desember 2020 terekam indukan individu dewasa," tulis mereka.
Dalam unggahannya itu, tampak juga petugas BKSDA Jabar menunjukan bekas cakaran macan tutul di batang pohon.
"Menemukan cakaran macan. Indikasinya disini tempat perlintasan macan," ujar salah satu petugas BBKSDA Jabar.
Macan tutul yang merupakan fauna identitas Jabar itu berstatus dilindungi karena termasuk hewan langka.
Macan tutul punya kemampuan memanjat dan termasuk penyendiri. Spesies ini lebih aktif pada malam hari. Tubuhnya kuning kecoklatan dengan disertai bintik warna hitam atau totol-totol.
Pada umumnya, macan tutul menghindari manusia. Namun macan tutul yang kurang sehat, kelaparan atau terluka sehingga tidak dapat berburu mangsa yang biasa, dapat memangsa manusia.
Karena Gunung Tilu berstatus cagar alam, berlaku larangan untuk masuk atau memanfaatkan segala sesuai yang ada di dalam kawasan tersebut. Hal itu diatur di Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.