Breaking News:

Kabupaten Cirebon Masuk PPKM Level 4, Kadinkes Akui Ada Selisih Data Kematian

Menurut dia, data kematian rumah sakit di Kabupaten Cirebon terlambat melaporkan ke pusat sehingga terdapat selisih.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kadinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kabupaten Cirebon dan Purwakarta masuk menjadi dua daerah di Jawa Barat yang menerapkan PPKM Level 4.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengakui adanya selisih data dengan pusat.

Menurut dia, data kematian rumah sakit di Kabupaten Cirebon terlambat melaporkan ke pusat sehingga terdapat selisih.

"Laboratorium pemeriksa Covid-19 tidak menginput dalam data nasional sehingga data harian dan data new all record (NAR) berbeda," kata Enny Suhaeni saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/9/2021).

Ia mengatakan, setiap kasus kematian pasien Covid-19 pada mulanya dicatat sebagai konfirmasi positif oleh laboratorium pemeriksa Covid-19 dalam NAR.

Nantinya, setiap status konfirmasi yang telah dicatat akan berakhir pada dua pilihan, yakni sembuh atau meninggal.

Karenanya, seharusnya jika ada laporan kematian pasien Covid-19 dari rumah sakit maka data kasusnya sudah tercatat dalam new all record.

"Yang dialami Pemkab Cirebon adalah banyaknya laporan kematian dari rumah sakit namun ketika dicari dalam data NAR tidak ada," ujar Enny Suhaeni.

Baca juga: Cianjur Genjot Vaksinasi Covid-19 Agar Bisa Berada di Level 1 PPKM, Secara Indikator Sudah

Enny menyampaikan, hal itu membuat angka kematian tidak bisa dilaporkan sebagai kasus meninggal sampai data diinput oleh laboratorium pemeriksa Covid-19.

Selisih tersebut diketahui saat verifikasi data kematian periode Januari - Agustus 2021. Pihaknya mencatat selisih angkanya mencapai 378 kasus.

Ia pun berupaya memperbaiki selisih data tersebut dan melaporkan angka kematian setiap harinya, bahkan pernah mencapai lebih dari 100.

"Perbaikan selisih data ini sudah dikoordinasikan dengan Pemprov Jabar melalui surat resmi yang dikirimkan," kata Enny Suhaeni.

Baca juga: Arti Warna QR Code di PeduliLindungi, Jadi Syarat ke Bioskop saat PPKM Level 3

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved