Breaking News:

Hyundai Bangun Pabrik Baterai Listrik, Indonesia Diharapkan Jadi Pemimpin Global Kendaraan Listrik

Pembangunan ini ditargetkan untuk menjadikan Indonesia sebagai yang terdepan di pasar global kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehi

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Warga melihat mobil listrik tipe Ioniq EV di Showroom Hyundai Cirebon di Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (7/11/2020). Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd. memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Karawang New Industry City, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd. memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Karawang New Industry City, Jawa Barat.

Pembangunan ini ditargetkan untuk menjadikan Indonesia sebagai yang terdepan di pasar global kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).

Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung, mengatakan Hyundai Motor Group terus fokus mengembangkan kemampuannya agar dapat menjadi pemimpin global di pasar kendaraan listrik, yang mana menjadi kunci daya saing di masa depan. 

"Keberadaan pabrik ini adalah bagian dari upaya tersebut. Dimulai dari kehadiran pabrik ini, ekosistem kendaraan listrik akan dapat sukses terbangun di Indonesia seiring dengan pengembangan dari berbagai industri terkait. Lebih jauh lagi, kami berharap Indonesia dapat memainkan peran penting di pasar kendaraan listrik di ASEAN," tutur Euisun Chung saat acara ground breaking, Rabu (15/9/2021).

Pada Juli lalu, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan pemerintah Indonesia dalam mendirikan joint venture (JV) yang membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia.

Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution mengumumkan nilai investasi yang mencapai total 1,1 miliar dolar AS ke dalam JV tersebut, dimana masing-masing perusahaan memegang nilai saham atau kepemilikan sebesar 50 persen.

Pabrik baru untuk manufaktur sel baterai ini akan dibangun di atas sebidang tanah seluas 330.000 meter persegi.

Pembangunan pabrik akan diselesaikan pada semester pertama tahun 2023, sedangkan produksi sel baterai secara massal di fasilitas baru ini diharapkan dapat dimulai pada semester awal tahun 2024.

Saat beroperasi secara penuh, fasilitas ini ditargetkan dapat memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) setiap tahunnya, yang mana cukup untuk memenuhi kebutuhan 150.000 unit BEV.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved