Breaking News:

20 Warga Sipil Dari Kubu Oposisi Meninggal di Lembah Panjshir, Diduga Dihabisi oleh Taliban

Setidaknya 20 warga sipil dari kubu oposisi telah tewas dan diduga dibunuh oleh Taliban di Lembah Panjshir.

Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Siti Fatimah
Anadolu Agency/Getty Images
Anggota Taliban berpatroli setelah mereka mengambil alih lembah Panjshir 

TRIBUNJABAR.ID – Setidaknya 20 warga sipil dari kubu oposisi telah tewas dan diduga dibunuh oleh Taliban di Lembah Panjshir.

Dikutip dari theguardian.com, Taliban diduga membunuh 20 warga sipil di lembah Panjshir Afghanistan, dan pembunuhan seorang pria berseragam itu terekam dalam video.

Lembah Panjshir adalah daerah terakhir yang bertahan melawan Taliban ketika merebut kekuasaan bulan lalu, dan di mana pasukan oposisi anti-Taliban berkumpul sementara sebelum dikuasai.

Baca juga: Protes Aturan Taliban, Wanita Afghanistan Membalas Taliban Dengan Kampanye Online Busana Tradisional

BBC menemukan satu insiden yang terekam dalam video yang menunjukkan seorang pria mengenakan perlengkapan militer dikelilingi oleh pejuang Taliban yang oleh para pengamat diduga merupakan warga sipil. Di tengah suara tembakan, pria itu terlihat merosot ke tanah.

Menurut laporan itu, BBC mengatakan telah mendengar dua puluh insiden serupa yang melibatkan warga sipil di daerah itu setelah pengambilalihan Taliban.

Salah satu korban dari salah satu insiden itu adalah seorang penjaga toko dan ayah dari dua anak bernama Abdul Sami, yang menurut sumber menolak untuk melarikan diri selama kemajuan Taliban.

Abdul Sami ditangkap dan dituduh menjual kartu sim kepada pejuang oposisi anti-Taliban, tubuhnya kemudian dibuang di dekat rumahnya.

Baca juga: Afghanistan Terancam Krisis Kemanusiaan, PBB Cari Dana Rp 8 Triliun, Taliban Dituduh Ingkar janji

Klaim itu muncul ketika seorang diplomat senior Afghanistan dari mantan pemerintah pada hari Selasa (14/09/21) menggambarkan situasi hak asasi manusia yang memburuk di negaranya di mana dia mengatakan hak-hak perempuan menghilang di bawah kepemimpinan Taliban.

“Rakyat Afghanistan membutuhkan tindakan lebih dari sebelumnya,” kata duta besar Nasir Ahmad Andisha kepada dewan HAM PBB di Jenewa.

Beliau menyerukan dewan untuk membuat misi pencarian fakta untuk memantau tindakan Taliban di negara itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved