Breaking News:

Update Kades Ditahan Kejaksaan Cianjur, Inspektorat Sebut Ada Dugaan Penyelewengan Rp 200 Juta 

Badan Pengawas Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon, Yudistira menyayangkan sikap Kepala Desa Gudang ES yang memang selama ini selalu tertutup

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Kantor Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, Yudistira menyayangkan sikap Kepala Desa Gudang ES yang memang selama ini selalu tertutup saat ada pelaksanaan pekerjaan baik itu dari Banprov, aspirasi, dan Dana Desa (DD). 

"Sebenarnya, pada saat perencanaan, baik itu Musdus, Musdes, kami dari BPD selalu diajak untuk melakukan pembahasan, tapi, pada saat pelaksanaan pekerjaan tidak pernah diberitahukan berapa anggaran yang digunakan atau teknis seperti apa," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (14/9/2021) siang.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Cianjur Trio Andi Wijaya mengatakan pihak Kejaksaan Negeri Cianjur telah melakukan penahanan terhadap satu orang Kepala Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon, pada Jumat (10/9/2021).

"Ia benar, Kejaksaan Negeri Cianjur telah melakukan penahanan terhadap satu orang Kepala Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon Endang Suparman," kata Trio. 

Trio mengatakan, penahanan dilakukan atas dugaan penyelewengan Dana Desa dari tahun 2018 - 2020 dengan kerugian negera kurang lebih mencapai Rp 250 juta. Menurutnya, untuk kronologi penahanan dan bukti-bukti lainnya nanti dari bagian Kasi Pidana Khusus (Pidsus). 

"Untuk kronologinya ada di Kasi Pidsus, yang pasti, Kejaksaan Negeri Cianjur telah melakukan penahanan Terhadap Gudang pada Jumat (10/9), sore kemarin," katanya.

Inspektur Pembantu Khusus, Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani, mengatakan, berdasarkan hasil audit yang dilakukan ada dua desa di Kecamatan Cikalongkulon dinilai ada penyalahgunaan wewenang penggunaan anggaran, dengan berkas hasil audit sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Cianjur

"Hingga saat ini Itda Cianjur sudah melakukan audit Kades Gudang dengan temuan kurang lebih Rp 200 juta dan sudah diserahkan hasil auditnya ke Kejaksaan Negeri Cianjur," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved