Breaking News:

Ridwan Kamil Sebut Saat Fase Endemi Covid-19 Pembatasan Masih Berlaku, Sampai Kapan?

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memprediksi sektor pariwisata bangkit awal 2022 jika kekebalan kelompok atau herd immunity

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berfoto bersama seorang difabel di Kabupaten Ciamis, Sabtu (11/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil memprediksi sektor pariwisata bangkit awal 2022 jika kekebalan kelompok atau herd immunity tercapai di mana sekitar 37 juta warga Jabar selesai divaksin akhir Desember 2021.

"Saya memprediksi awal 2022 pariwisata akan normal lagi karena vaksin ditargetkan selesai, pandemi mudah-mudahan seperti ini terus sehingga kita betul-betul bisa move on dari pandemi ke endemi tinggal kami menata," kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (14/9).

Ridwan Kamil menggambarkan dalam situasi adaptasi kebiasaan baru endemi COVID-19 tetap akan ada pembatasan pengunjung di tempat wisata.

"Tapi tetap kami tidak akan seperti semula 100 persen. Kami pasti batasi apakah 25, 50 atau 75 persen. Artinya pergerakan ada tapi dibatasi. Sampai kapan, sampai presiden memproklamasikan merdeka dari penjajah yang namanya Covid. Tidak tahu kapan masker boleh dibuka. Sebelum hari proklamasi itu, mari kita beradaptasi," imbuhnya.

Baca juga: Sertifikat Vaksin Ilegal Libatkan Orang Dalam, Pakar Keamanan Siber Sebut Perlu 2 Langkah Otorisasi

Khusus saat ini, Pemprov Jabar sudah mulai mengizinkan sejumlah tempat wisata untuk buka kembali. Namun,  pembukaan tempat wisata di Jabar akan disesuaikan dengan level atau tingkat PPKM di daerah tersebut.

Meskipun dibuka, nantinya masih akan tetap ada pembatasan yang diberlakukan di objek wisata. Sehingga tidak ada kerumunan yang berpotensi menularkan virus.

Selain itu, kata Gubernur Jabar, Pemprov Jabar juga menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai alat untuk masuk ke objek wisata dan tempat umum lainya.

"Jadi kesimpulan pertama pariwisata akan dibuka sesuai level PPKM. Kedua, kami menggunakan benteng seleksi melalui aplikasi Peduli Lindungi siapa yang masuk ke sana harus buktikan," kata Ridwan Kamil.

Apalagi saat ini minat masyarakat untuk divaksin juga sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari pengelola tempat umum yang mensyaratkan sertifikat vaksin untuk bisa masuk.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved