Breaking News:

Relaksasi PPKM Level 3 Industri Hotel Belum Menggeliat Justru Penjualan Gedung Hotel Masih Banyak

Adanya berbagai relaksasi PPKM Level 3 saat ini ternyata belum berdampak signifikan pada sektor perhotelan, khususnya di Jawa Barat.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
ILUSTRASI - Salah satu hotel dijual di Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (4/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 diperpanjang hingga 20  September 2021.

Pada PPKM level 3, berbagai aturan pun mulai melonggar seperti akses menuju mal sudah didapatkan, aturan makan di  kafe dan restoran pun sudah  bisa dilakukan.

Namun adanya berbagai relaksasi saat ini ternyata belum berdampak signifikan pada sektor perhotelan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat (Jabar) menyatakan bahwa di PPKM level 3-2 tidak berdampak signifikan pada sektor perhotelan.

"Peningkatan okupansi hotel dan pengunjung restoran hanya pada weekend. Kemudian, weekday turun lagi, kalaupun ada peningkatan sangat kecil," ujar Herman Muchtar saat dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Herman mengatakan, adanya berbagai kelonggaran saat ini belum membuat sejumlah hotel yang sudah terpuruk sejak tahun lalu, kembali bangkit sepenuhnya.

Ia menyebutkan, masih ada hotel bintang lima dan empat yang dijual mulai harga Rp 10 miliar bahkan 1 triliun.

Hotel yang saat ini banyak dijual, hampir merata tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jabar. Hal ini dikarenakan pandemi yang belum kunjung usai hampir dua tahun.

"Hotel di  Bandung juga banyak yang mau dijual karena pandemi ini membuat hotel bangkrut dan karyawwan di PHK," ucapnya.

Hingga saat ini, perubahan gaya hidup masyarakat untuk menggunakan  jasa perhotelan pun tampak berubah, terutama kepada kegiatan pertemuan atau rapat perusahaan yang biasa di hotel kini sudah jarang digunakan.

"Jika keadaan masih rapat di hotel jadi virtual dan makan menjadi online, maka keadaan belum bisa bergerak," ujarnya.

Saat ini PHRI Jabar terus melakukan koordinasi dengan para anggotanya untuk mencari solusi di masa pandemi ini. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved