Breaking News:

Polres Kuningan Selidiki Dugaan Korupsi Dana Aspirasi Pengadaan Sapi Anggota DPRD Kuningan

Satreskrim Polres Kuningan tengah menangani dugaan kasus korupsi pengadaan sapi bersumber dari dana aspirasi DPRD Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD RIPAI
Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya seusai melepas pasukan pendistribusian paket sembako di Mapolres Kuningan, Jumat (16/7/2021). 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Satreskrim Polres Kuningan tengah menangani dugaan kasus korupsi pengadaan sapi bersumber dari dana aspirasi DPRD Kuningan.

Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya saat membenarkan anggotanya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Anggota DPRD Kuningan.

"Perkara masih dalam proses penyelidikan, masih pengumpulan bukti2,perkembangan penanganan silahkan koordinasikan ke Kasat Reskrim," kata Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi saat dihubungi Tribun, Selasa (14/9/2021).

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Pemkab Kuningan, dr Rofiq, membenarkan pihaknya sempat ditanya soal pengadaan sapi dari dana aspirasi DPRD Kuningan.

"Untuk soal pemeriksan kita tahu, namun kita hanya sebagai fasilitas dalam kegiatan Anggota DPRD Kuningan melalui dana aspirasi tersebut," kata dokter Rofiq.

Menurutnya dalam mengabulkan kegiatan Anggota DPRD Kuningan melalui dana aspirasi itu jelas tercantum dalam pelaksanaan APBD.

Baca juga: Bantu Percepat Herd Immunity, Jaksa Kejari Kuningan Percepat Vaksinasi Covid-19

Kegiatan itu muncul mulai dari penentuan oleh anggota DPRD Kuningan yang dilanjutkan dengan sistem penunjukan langsung oleh rekanan melalui kelengkapan administrasi melalui bidang pengadaan barang dan jasa.

"Kegiatan itu tidak dilaksanakan lelang, melainkan penunjukan langsung. Kemudian tahapanya, ketika dewan tunjuk rekanan dan rekanan itu masuk ke bidang pengadaan barang dan jasa di Setda Pemkab Kuningan dalam melengkapi administrasi," katanya.

Usai melalui tahapan tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kuningan baru bisa melakukan pemeriksaan barang yang dihasilkan rekanan melalui tahapan di bagian pengadaan barang dan jasa.

"Saat barang turun, kita periksa dari berbagai aspek, seperti ukuran tinggi dan spesifikasi barang tersebut. Jika ditemukan tidak sesuai kita tolak dan ada kasus menimpa rekanan itu terjadi empat kali salah dalam pengadaan sapi atau domba dalam kegiatan aspirasi dewan hingga kita terima dan sesuai aturan," katanya.

Mengenai jumlah Anggota DPRD Kuningan yang mengajukan dana aspirasi pengadaan sapi itu 15 Anggota DPRD Kuningan dengan nilai pengajua bervariatif, mulai dari Rp 25 hingga Rp 200 juta.

"Ya ada sekitar 15 anggota dewan yang mengajukan dana aspirasi pengadaan sapi. Nilai pengadaan aspirasi itu ada 25 juta, Rp 50,75 juta hingga ada sebesar Rp 200 juta, dan siapa saja yang mengajukannya, saya harus buka dokumen dulu, karena nominal belanja untuk hewan ternak itu besar," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved