Breaking News:

Objek Wisata Disorot Luhut, PHRI Pangandaran Sebut Pengunjung Sudah Dibatasi dan Siapkan Zonasi

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan soroti protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata Kabupaten Pangandaran, PHRI mengaku sudah

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Tangkap layar video suasana objek wisata di pantai barat Pangandaran pada akhir pekan ini, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soroti protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata Kabupaten Pangandaran, PHRI mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin.

"Kalau memang secara kuantitas tamu memang banyak, tapi kan kami juga sudah mengantisipasi ini dengan mengurai supaya tidak terkonsentrasi di satu titik," ujar Agus Mulyana selaku Ketua PHRI Pangandaran saat dihubungi Tribunjabar.id melalui selulernya, Selasa (14/9/2021) pagi.

"Kami sudah berupaya, dan memang sudah berhasil. Jadi, kami sudah berhasil mengurai wisatawan yang datang ke Pangandaran."

Menurutnya, ke depan juga pihaknya bersama stakeholder lainnya akan menerapkan zonasi.

"Di akhir pekan khususnya kami akan terapkan zonasi. Kami delay dan kami arahkan ke titik yang belum penuh supaya tidak terkonsentrasi di satu titik. Intinya kami sudah selalu intens di Prokes," katanya

Kemudian soal sorotan Luhut, lanjutnya, untuk okupansi pihaknya sudah menerapkan 50 persen.

"Soal sorotan pak Luhut, karena pak Luhut itu kan melihat jumlah orang yang masuk (masuk objek wisata). Sedangkan anggota kami itu ada 359 penginapan dengan jumlah kamar 5.326."

"Itu ketika Saya cek secara Random, posisinya tidak sampai 50 persen karena kan Pondok yang di dalam itu misalkan punya kamar 20 itu cuma terisi 5 kamar. Bahkan punya saya sendiri, dari 24 kamar itu hanya terisi paling 8 kamar. Tapi, kalau lihat tempat-tempat yang di depan pantai memang seperti itu (penuh)," ucap Agus.

Tapi, ujar Ia, kalau secara keseluruhan di Kabupaten Pangandaran hotel itu banyak yang 50 persen.

"Karena kan, pondokkan di dalam itu ada yang terisi paling 2 kamar, ada juga yang penuh - penuh dan yang penuh itu pondokan yang didepan pantai," ucap tegasnya.

Kemudian, mengenai prokes Covid-19 pihaknya juga berusaha semaksimal mungkin mengedukasi wisatawan.

"Selain woro-woro, kita juga membuat 50 banner yang ditempatkan dititik strategis supaya prokesnya juga diperketat," katanya.

Jadi, ungkap Agus, tulisan di bannernya seperti ini, "kalau anda abaikan prokes berarti anda mendukung objek wisata ini ditutup. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved