Breaking News:

Mulai Hari Ini Penumpang Kereta Cukup Tunjukkan Vaksin Minimal Dosis Pertama, Jadi Syarat Perjalanan

Mulai hari ini, pelanggan KA Lokal cukup tunjukan vaksin minimal dosis pertama untuk bisa melakukan perjalanan.

Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi perjalanan menggunakan kereta api. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNAJABAR.ID, BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan aturan wajib vaksin minimal dosis pertama, sebagai dokumen syarat perjalanan bagi pengguna jasa kereta api (KA) Lokal, KA Commuter Line, dan KA Bandara mulai hari ini, Selasa (14/9/2021).

Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub Nomor 29 Tahun 2021 tentang pedoman perjalanan di masa pandemi covid-19, yang juga mengatur syarat perjalanan KA Lokal.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo mengatakan, dengan adanya kebijakan baru tersebut, maka maka syarat STRP (Surat Tanda Registrasi Pekerja) tidak diperlukan lagi.

"Dengan diberlakukannya syarat wajib vaksin tersebut mulai hari ini, maka syarat STRP, surat tugas, atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA lokal," ujarnya saat dihubungi melalui telepon Selasa (14/9/2021).

Ia menjelaskan, pada layanan KA lokal, bukti vaksinasi Covid-19 tersebut, akan dicek oleh petugas melalui layar komputer petugas boarding, sebelum calon pengguna layanan atau pelanggan menaiki gerbong kereta.

Data vaksinasi, lanjutnya akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena PT KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding.

Calon pelanggan akan diminta menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA Lokal.

"Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin dari calon pelanggan," ucapnya

Kuswardoyo menuturkan, syarat vaksinasi minimal dosis pertama tersebut, juga menjadi syarat pada perjalanan KA jarak jauh.

Namun, terdapat tambahan dokumen syarat perjalanan bagi pelanggan KA jarak jauh, yaitu wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Kuswardoyo pun menambahkan, secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun, masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan kereta api.

Kemudian bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Di mana surat keterangan tersebut menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19, karena adanya kondisi tertentu.

"Daop 2 secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api. Dengan demikian, diharapkan seluruh layanan Kereta Api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19," katanya.

Baca juga: Stasiun Garut Akan Diresmikan Bulan Depan, Purwakarta-Garut Bisa Naik Kereta Api

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved