Breaking News:

Kebutuhan 9 Juta Km Per Tahun, Pabrik Serat Optik Kembali Dibangun di Karawang

Pabrik serat optik fase dua mulai dibangun PT Yangtze Optics Indonesia (YOI) di Kawasan Industri Suryacipta

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Mega Nugraha
istimewa
Percepatan Energi Terbarukan, Suryacipta Gandeng Xurya untuk Pemanfaatan di Kawasan Industri 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pabrik serat optik fase dua mulai dibangun PT Yangtze Optics Indonesia (YOI) di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang. Pertama kali, YOI mendirikan pabriknya pada 2018 dan kemudian ekspansi untuk memenuhi kebutuhan pasar. 

Perluasan pabrik serat optik ini berdiri di lahan 30 ribu meter persegi berdekatan dengan pabrik pertama. Kapasitas produksi serat  optik bakal semakin meningkat. VP Sales & Marketing Kawasan Industri Suryacipta, Abednego Purnomo mengapresiasi atas ekspansi YOI.

"Pengembangan digital park di fase tiga, dipersiapkan menjadi ekosistem ideal bagi pelaku bisnis bidang IT dan data center. Sejak pandemi semakin terasa kebutuhan akan telekomunikasi dan digital yang sudah menjadi normal," katanya, Selasa (14/9/2021) melalui keterangan pers yang diterima.

Dia juga berharap serat optik yang dihasilkan YOI dapat terserap oleh para tenant di Suryacipta khususnya yang bergerak di data center.

Baca juga: Sarip Terbantu Dengan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Polres Karawang Langsung Ajak Keluarga Disuntik

Serat optik merupakan jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus berdiameter 120 mikrometer, lebih kecil dari rambut manusia, yang digunakan sebagai media transmisi.

Kabel ini bisa mentransmisikan sinyal cahaya dari lokasi satu ke lokasi lainnya dengan kecepatan yang optimal. Transmisi bisa dilakukan dengan kecepatan tinggi karena sistem kerjanya menggunakan pembiasan cahaya.

Sedangkan cahaya yang digunakan untuk proses transmisi adalah LED atau laser. Karena memiliki kecepatan yang tinggi, serat fiber optik banyak digunakan sebagai saluran komunikasi sehingga pengguna bisa menjangkau orang lain dengan kecepatan yang optimal pula.

Dikutip dari situs Kemenperin, kebutuhan kabel serat optik di dalam negeri mencapai 9 juta km per tahun. Dengan adanya penambahan pabrik serat optik dapat mengurangi impor sebesar 8-10 persen dari kebutuhan per tahun sehingga bisa menghemat devisa sebesar USD 500 juta.

Pada 2016, PT. YOI berperan serta dalam membangun industri serat optik core di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 3 juta km per tahun dan menjadikan pabrik fiber optik core pertama dan satu-satunya di ASEAN.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul, Terbesar di Indonesia, pabrik kabel serat optik hemat devisa USD 500 juta. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved