Breaking News:

Hanya Bisa Buang Sampah 75 Ton ke TPPSA Legok Nangka, Pemda KBB Harus Siapkan Lahan Baru

Setelah TPA Sarimukti ditutup, pembuangan sampah nantinya dialihkan ke TPPSA Legok Nangka di Nagreg

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Istimewa / Humas Jabar
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja saat meninjau TPPAS Legok Nangka di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (15/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Pemerintah Kabupaten Barat ( Pemda KBB ) harus memutar otak tentang pembuangan sampah setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, KBB, ditutup pada 2023.

Setelah TPA Sarimukti ditutup, pembuangan sampah nantinya dialihkan ke tempat pemrosesan dan pengolahan sampah akhir (TPPSA) Legok Nangka di Nagreg, Kabupaten Bandung.

Tidak semua sampah dari KBB bisa dibuang ke TPPSA Legok Nangka.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Anugerah mengatakan, karena tidak semua sampah bisa dibuang ke TPPSA Legok Nangka, Pemda KBB harus menyiapkan lahan baru untuk membuang sisa sampah tersebut.

"Sejauh ini, sampah yang dihasilkan oleh KBB sekitar 150 ton dalam satu hari yang dibuang ke TPA Sarimukti. Kita sudah berencana melakukan pembebasan lahan untuk TPA yang baru," ujar Anugerah di kantornya, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Enam Kecamatan di Bandung Barat Tak Terlayani Angkutan Sampah, Warga Olah Secara Konvensional

Nantinya, hanya 75 ton sampah yang bisa dibuang ke TPPSA Legok Nangka, sedangkan sisanya harus dibuang ke tempat baru karena TPA Sarimukti akan ditutup setelah TPAS Legok Nangka beroperasi.

"Jadi, 75 ton sampah yang dihasilkan KBB dibuang ke Legok Nangka dan sisanya di TPAS yang baru," katanya.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga akan membuka peluang kerja sama dengan kabupaten kota lain seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung untuk membuang sisa sampah ke tempat yang baru itu.

"Kalau ke Legok Nangka kan lumayan agak jauh dari sisi jarak, kalau ke sini kan lebih dekat dan bisa menghemat cost," katanya.

Koordinator TPA Sarimukti, Riswanto, mengatakan, dalam satu hari, TPA Sarimukti menerima 2.000 ton sampah dari kawasan Bandung Raya, sehingga kapasitasnya sudah overload.

"Sekarang TPA Sarimukti telah over muatan, bahkan ada rencana lahan tambahan sebanyak 10 hektare untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Tanah seluas 28,5 hektare tersebut, kata dia, sudah tidak mungkin menampung sampah dengan jumlah banyak terus-menerus dalam satu hari karena kawasan tersebut telah melebihi kapasitas.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved