Breaking News:

Ekonomi Kembali Bergeliat, Harga Ayam Pejantan di Ciamis Mulai Membaik

Sudah seminggu ini harga ayam ras pedaging jenis layer jantan atau pejantan di tingkat peternak di Ciamis bertahan dikisaran Rp 28.000-Rp 29.000/kg.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
tribunjabar/firman suryaman
Sepuluh hari lagi ayam broiler milik Endang Solihat, koordinator peternak ayam briloiler Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, bisa dipanen. Dengan harapan harga jual sudah normal minimal Rp 20.000 per kg. 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Sudah seminggu ini harga ayam ras pedaging jenis layer jantan atau pejantan di tingkat peternak ayam di Ciamis bertahan dikisaran Rp 28.000-Rp 29.000/kg. Kondisi itu membuat peternak ayam pejantan di sentra perunggasan di Jabar sumringah. 

Itu karena harga sudah berada di atas biaya pokok produksi (BPP) yakni dikisaran Rp 26.000-Rp 27.000/kg.

“Sudah seminggu ini berada di kisaran Rp 28.000-Rp 29.000/kg. Hari ini kuat di angka Rp 29.000/kg. Itu harga di kandang. Kalau tiba di Bandung  maupun Jakarta harga beda lagi, ada tambahan komponen ongkos atau transportasi,” ujar H Komar Hermawan peternak ayam pejantan dari Desa Talagasari Kawali Ciamis kepada Tribun Selasa (14/9) siang.

Sebulan lalu, harga ayam ras pejantan menurut H Komar masih dikisaranRp 20.000-Rp 24.000/kg.

Meski PPKM diperpanjang namun secara bertahap ada berbagai pelonggaran. Seperti dibukanya kembali warung nasi, rumah makan, restoran, hotel, kafe, kuliner ayam goreng dan ayam bakar, maupun resepsi pernikahan dengan berbagai pembatasan. Kondisi itu berdampak positif terhadap daya serap pasar untuk daging ayam pejantan.

Baca juga: Harga Telur Ayam Makin Merosot Harganya Tinggal Segini, Peternak Besar Langsung Obral Telur

“Terlebih dalam seminggu ini, Jakarta masuk PPKM Level 2, pelonggaran-pelonggaran makin dirasakan. Alhamdulilah, daya serap pasar sudah mencapai 60%. Mudah-mudahan segera kembali normal,” katanya.

Dalam kondisi normal menurut H Komar, Ciamis sebagai sentra produksi ayam pejantan nasional tiap minggunya ada sekitar 800.000 sampai 1 juta ekor ayam pejantan yang dipanen dari kandang peternak. Sekitar 75% dipasok untuk memenuhi kebutuhan pasar di kawasan Jabodetabek dan Bandung.

Tiap hari ada 35 sampai 40 truk yang berangkat dari Ciamis menuju Jakarta dan Bandung. Setiap truknya mengangkut 3.000-3.500 ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan pasar di Jabodetabek dan Bandung.

“Itu kalau dalam kondisi normal. Tapi sekarang daya serap pasar baru 60%. Sementara di sentra produksi di Ciamis,  populasi ayam pejantan belum pada kondisi normal. Masih banyak kandang yang belum isi, karena banyak peternak yang sudah kehabisan modal saat harga jatuh beberapa bulan lalu,” jelas H Komar yang juga pemilik Kawali Poultry Shop tersebut.

Baca juga: Turunnya Harga Umbi Porang, Petani Sebut Seleksi Alam, yang Hanya Ikutan Bakal Tersingkir

Lantaran masih banyak kandang yang kosong, menurut H Komar, membuat pasokan ayam pejantan ke pasar potensial (Jabodetabek dan Bandung) masih terbatas.

“Saat stok masih terbatas tersebut, daya serap pasar meningkat. Itulah salah satu penyebab kenapa beberapa minggu terakhir harga ayam pejantan di tingkat peternak naikl. Dan dalam seminggu ini sudah dikisaran Rp 28.000-Rp 29.000/kg. Alhamdulillah peternak sudah mulai menikmati  kenaikan harga,” katanya (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved