Breaking News:

Seorang Kades di Cianjur Ditahan Kejaksaan, Diduga Selewengkan Dana Desa Selama 3 Tahun

Seorang kepala desa di Cianjur ditahan kejaksaan. Ia diduga menyelewengkan dana desa.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kasi Pidsus Kejari Cianjur Brian Kukuh Mediarto SH. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - ES (53) seorang Kepala Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, ditahan Kejaksaan Negeri Cianjur, karena diduga menyelewengkan anggaran dana desa selama tiga tahun dari 2018.

Kerugian yang diakibatkan kelakuan ES masih dihitung pihak Inspektorat Daerah Cianjur.

Kini ES ditahan selama 20 hari ke depan untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cianjur, Brian Kukuh Mediarto SH, mengatakan, ES terancam pasal korupsi dan untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan pihak Kejari Cianjur menahan ES.

"Saat dilakukan penahanan yang bersangkutan cukup kooperatif, tak ada perlawanan. Kami amankan ia pada Jumat kemarin," ujar Brian di kantor Kejari Cianjur, Senin (13/9/2021) siang.

Brian mengatakan, beberapa saksi akan diperiksa selama 20 hari ke depan untuk melengkapi berkas.

Terpisah, Ketua Tim Pemantauan Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Cianjur, Ahmad Husaeni (Ami) mengatakan, sudah dua tahun berjalan pihaknya terus mendorong aparat penegak hukum (APH) Cianjur untuk melakukan pemeriksaan atas dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh Kepala Desa Gudang.

"Kurang lebih sudah dua tahun lamanya saya bersama tim PKN berupaya untuk memastikan ke aparat penegak hukum Cianjur kaitan dengan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kades Gudang Endang Suparman tersebut," katanya.

Ami mengatakan, dari hasil penelusuran dugaan temuan  yang dilakukan Kades Gudang tersebut sejak tahun 2018 lalu, dan terus berjalan hingga tahun 2020 kemarin. 

"Setelah adanya rilis dari Inspektorat Cianjur, alhasil ada temuan Kades Gudang dari tahun 2018 hingga tahun 2020 kemarin dengan nominal anggaran yang disalahgunakan kurang lebih sebesar Rp 200 juta," katanya. 

Banyak temuan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat daerah Cianjur, mulai dari volume pekerjaan, kelebihan pembayaran. 

"Salah satu yang menjadi temuan itu adalah, pengadaan alat musik budaya harganya tidak wajar, banyak pekerjaan yang tidak sesuai, dan pembangunan lapang bola," katanya. 

Dengan adanya penangkapan dan dilakukannya penahanan terhadap Kades Gudang tersebut, diharapkan bisa menjadikan pembelajaran tentunya hal tersebut juga berlaku bagi para Kades lainnya agar tidak berbuat dan melakukan kesalahan yang sama jika tidak mau berurusan dengan aparat penegak hukum. 

"Semoga ini menjadi pembelajaran bagi Kades Gudang, dan juga bagi para Kades lainnya agar tidak melakukan melawan hukum," katanya.

Baca juga: Pemandangan Haru Kala Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dimakamkan di Cianjur, Ibu Menangis & Pingsan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved