Breaking News:

Janda Dipukul Pakai Alu Kayu Hingga Meninggal, Gara-gara Pinjam Uang, Ini Nasib Pelaku Usai Buron

Setelah delapan bulan bersembunyi, pelaku perampasan nyawa berhasil diringkus Satreskrim Polres Sumedang. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Pelaku yang telah menghilangkan nyawa tantenya sendiri berhasil ditangkap Polres Sumedang. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Setelah delapan bulan bersembunyi, pelaku perampasan nyawa berhasil diringkus Satreskrim Polres Sumedang

Pelaku berinisial AJ (26), warga Dusun Lemah Beureum RT01/01 Desa Karangheuleut Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang ditangkap di Kota Bandung atas kasus perampasan nyawa seorang jangan berinisial A (55) di sebuah
kontrakan yang berada di Lingkungan Barak RT01/07 Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara pada Januari 2021 lalu. 

"Pelaku ditangkap di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung pada Selasa (9/9/2021) sekira pukul 22.30 WIB, "ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto di Aula Tribrata Polres Sumedang, Senin (13/9/2021). 

Baca juga: Mantan Anggota DPRD Garut yang Buron 13 Tahun Akhirnya Ditangkap, Sudah Pakai Kursi Roda

Eko mengatakan, AJ sendiri merupakan keponakan korban.

Ia mengaku tega menghabisi tantenya sendiri karena korban mengucapkan kalimat yang menyinggung saat pelaku mendatangi rumah kontrakan korban untuk meminjam uang Rp 500 ribu. 

"Pelaku ini merupakan keponakannya korban. Saat pelaku meminjam uang, kalimat korban menyinggung pelaku, dan ketika korban tertidur di sofa, korban dipukuli oleh pelaku dengan menggunakan alu kayu atau alat menumbuk padi di lumbung," ujar Kapolres. 

Baca juga: Ms Eks Anggota DPRD Garut Tua dan Ringkih, Buron 13 Tahun Korupsi Mamin, Kini Diringkus Jaksa

Dalam pelariannya, kata Eko, pelaku kerap berpindah-pindah, di antaranya ke wilayah Kota Bandung, Lampung, Jember, Nganjuk, dan kembali lagi ke Kota Bandung. 

"Untuk biaya hidup di kota pelariannya, pelaku menjadi pengemis," ucap Kapolres. 

Eko menyebutkan, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku perampasan nyawa tersebut. 

"Saat ini kami tinggal menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku. Pelaku dijerat Pasal 338 KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun," kata Eko, menambahkan. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved