Breaking News:

Guru di Afghanistan Akan Mengajar Siswi dari Balik Tirai, Perempuan dan Pria Dipisah saat Sekolah

Bukan membuat suasana semakin kondusif, Taliban justru membuat heboh dengan mengumumkan aturan baru khusus bagi para siswa perempuan.

Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Ravianto
[foto: EPA]
Mahasiswa perempuan bercadar menghadiri rapat umum Taliban di Universitas Pendidikan Shaheed Rabbani di Kabul pada hari Sabtu (11/09/21) 

TRIBUNJABAR.ID, KABUL – Bukan membuat suasana semakin kondusif, Taliban justru membuat heboh dengan mengumumkan aturan baru khusus bagi para siswa perempuan.

Dikutip dari bbc.com, pada Minggu (12/09/21), Taliban mengatakan jika Universitas di Afghanistan akan dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, dan aturan berpakaian Islami yang baru akan diperkenalkan.

Menteri Pendidikan Tinggi Abdul Baqi Haqqani telah mengindikasikan perempuan akan diizinkan untuk belajar, tetapi tidak disatukan bersama laki-laki.

Haqqani juga mengumumkan review mata pelajaran yang akan diajarkan.

Sebelumnya, di bawah pemerintahan Taliban antara tahun 1996 dan 2001, perempuan dewasa dan anak-anak perempuan dilarang bersekolah dan melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi atau universitas.

Pengumuman kebijakan tentang aturan-aturan baru pendidikan tinggi datang sehari setelah Taliban mengibarkan bendera mereka di atas istana presiden, yang menandakan awal pemerintahan mereka.

Mereka telah merebut kendali dari pemerintah terpilih sebulan lalu.

Kebijakan tersebut menandai perubahan signifikan dari praktik yang diterima sebelum pengambilalihan Taliban.

Sekolah dan Perguruan Tinggi adalah Hak Semua Warga Negara

Sekolah dan Perguruan Tinggi atau Universitas adalah pendidikan Bersama dan menjadi hak semua warga negara, artinya dengan pria dan wanita belajar berdampingan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved