Breaking News:

Geger Penemuan Mayat di Padaherang Pangandaran, Korban Tak Pulang dari Berkebun Sejak Kemarin

Seusai bertemu dengan pihak keluarga korban, kebetulan masih berdomisili di wilayah Kecamatan Padaherang tepatnya Dusun Pasar, Desa Ciganjeng.

Penulis: Padna | Editor: Ravianto
tangkap layar video dok Padna Tribun Jabar
Kepolisian melakukan pendataan administrasi bersama pihak keluarga korban di GOR Puskesmas Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Penemuan sesosok mayat laki-laki yang gegerkan warga di Kabupaten Pangandaran diduga karena penyakit darah tinggi.

Diketahui, mayat tersebut ditemukan di kebun miliknya yang berada di RT 9/5 Dusun Nagrak, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.

Mayat ini bernama, Yuyun Gunadar (48) warga Dusun Pasar, Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang.

Dia ditemukan oleh satu warga di RT 1/2 Dusun Nagrak, Desa Karangsari, Senin (13/9/2021) pagi sekitar pukul 6:30 WIB.

Kapolsek Padaherang Iptu Aan Supriatna mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat tentang penemuan sesosok mayat, pihaknya langsung menuju lokasi TKP.

Mayat yang ditemukan di kebun miliknya tersebut, berjenis kelamin laki-laki.

Seusai bertemu dengan pihak keluarga korban, kebetulan masih berdomisili di wilayah Kecamatan Padaherang tepatnya Dusun Pasar, Desa Ciganjeng.

"Menurut informasi dari pihak keluarganya, sebelumnya (12/9/2021) korban sedang bercocok tanam pohon pisang di kebun miliknya," ujar Aan kepada wartawan di halaman Puskesmas Sindangwangi, Senin (13/9/2021) pagi.

"Namun, di pagi hari (13/9/2021), korban atas nama Yuyun Gunadar sudah ditemukan meninggal dunia."

Ia menambahkan, korban seusai dievakuasi ke Puskesmas Sindangwangi dan hasil pemeriksaan korban tidak ada tanda-tanda kekerasan.

"Hasil pemeriksaan tim medis atau dokter di Puskesmas Sindangwangi, dilihat kondisi korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban tersebut meninggal karena penyakit hipertensi atau darah tinggi," kata Aan.

"Saat ini pun, korban sudah dibawa ke rumah duka untuk segera disemayamkan karena pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi." *

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved