Breaking News:

Desa di Pantai Selatan Garut Diminta Waspada Imigran Afghanistan Nyebrang ke Australia

Pemkab Garut instruksikan aparatur desa dan kecamatan yang ada di selatan Garut untuk mengantisipasi imigran asal Afghanistan melalui jalur selatan

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Sidqi Al Gifari
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut Wahyudijaya saat ditemui Tribunjabar.id di kantornya. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemkab Garut instruksikan aparatur desa dan kecamatan yang ada di selatan Garut untuk mengantisipasi kedatangan imigran asal Afghanistan melalui jalur laut selatan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut Wahyudijaya mengatakan  hal tersebut dilakukan menyusul bergejolaknya  kondisi negara Afganistan setelah dikuasai kelompok Taliban yang diprediksi akan mencari suaka ke negara lain, salah satunya ke Australia lewat pantai selatan Garut.

"Pengawasan ini bukan hanya Afganistan saja tapi dari negara lain juga kita awasi, karena belajar dari pengalaman Garut ini selalu jadi daerah persinggahan imigran gelap," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan kerjanya.

Menurutnya, pantai selatan Garut menjadi kawasan yang rawan untuk disinggahi imigran yang akan menuju Australia.

"Untuk mengantisipasi itu kami sudah kordinasi dengan Forkopimcam di Garut Selatan dan Kantor Imigrasi Tasikmalaya terkait kemungkinan adanya eksodus warga negara lain yang mau pergi ke Australia," ungkapnya.

Pihaknya memperkuat pengawasan lantaran belajar dari tahun-tahun sebelumnya bahwa kawasan pantai selatan Garut sering menjadi lokasi kedatangan para imigran.

Baca juga: Kakak Mantan Wakil Presiden Afghanistan Dikabarkan Dihabisi Taliban, Jasadnya Dilarang Dikuburkan

"Seperti dulu Rohingya dan negara lainnya," ucap Wahyudijaya.

Ia menghimbau masyarakat agar melaporkan jika ada imigran atau orang asing di wilayah Garut Selatan.

Wahyudijaya menjelaskan pihaknya hanya akan melakukan pendataan dan pengamanan jika menemukan imigran gelap.

Proses selanjutnya akan diserahkan kepada Kantor Imigrasi Tasikmalaya yang memiliki kewenangan lebih lanjut.

Kantor Imigrasi sebagai eksekutor, kalau kami hanya fokus mengawasi di pantai selatan karena di sana banyak dermaga-dermaga tikus sebagai pintu masuk awal mereka," ungkapnya. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved