Breaking News:

Buron 8 Bulan Nyamar Jadi Pengemis, Pelaku Perampasan Nyawa di Sumedang Ditangkap di Bandung

buronan kasus perampasan nyawa di Sumedang buron. Selama buron, dia jadi pengemis untuk terhindari dari kejaran Polres Sumedang.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Buron yang menghilangkan nyawa tante sendiri berhasil ditangkap 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Seorang tersangka kasus perampasan nyawa di Kelurahan Situ Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedan, Aj (26) bisa terhindar dari kejaran anggota Polres Sumedang selama  bulan.

Aj nekat menghabisi nyawa saudaranya sendiri, A (26) pada Januari 2021. Sejak Januari, Aj buron dan baru pada Selasa (7/9/2021), dia berhasil diringkus anggota Satreskrim Polres Sumedang di Stasiun Kiaracondong Kota Bandung sedang mengemis.

"Pelaku ditangkap di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung pada Selasa (9/9/2021) sekira pukul 22.30 WIB, "ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto di Aula Tribrata Polres Sumedang, Senin (13/9/2021). 

Selama delapan bulan terakhir, Aj berpindah-pindah tempat dari Sumedang, Jember, Nganjuk hingga ke Bandung. Supaya terhindar dari kejaran Polres Sumedang, dia menyamar.

Baca juga: Dituduh Curi Motor, Sujarwo Mati Tragis Diamuk Massa Dengan Sadis, Istri Nangis Tak Terima

"Untuk biaya hidup di kota pelariannya, pelaku menjadi pengemis," ucap Kapolres Sumedang.

Aj mengaku tega menghabisi saudaranya sendiri sendiri karena korban mengucapkan kalimat yang menyinggung saat pelaku mendatangi rumah kontrakan korban untuk meminjam uang Rp 500 ribu. 

"Pelaku ini merupakan keponakannya korban. Saat pelaku meminjam uang, kalimat korban menyinggung pelaku, dan ketika korban tertidur di sofa, korban dipukuli oleh pelaku dengan menggunakan alu kayu atau alat menumbuk padi di lumbung," ujar AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Eko menyebutkan, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku perampasan nyawa tersebut. 

"Saat ini kami tinggal menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku. Pelaku dijerat Pasal 338 KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun," kata Eko, menambahkan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved