Breaking News:

Waspadai ''Balas Dendam Wisata'', Pemprov Jabar Gelar Swab Test Acak di Destinasi Wisata

Dalam mendukung pelaksanaan testing di destinasi wisata, Dinas Kesehatan Jawa Barat menyebarkan masing-masing 1.500 sampel swab tes antigen

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi destinasi wisata Bukit Antigalau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Sabtu (4/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mewaspadai revenge tourism atau balas dendam wisata dengan melakukan pantauan ke beberapa daerah.

Disparbud Jabar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jabar dan Satpol PP Jabar untuk mengetes dan mengecek penerapan protokol kesehatan.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, mengatakan yang menjadi sasaran dalam operasi gabungan ini adalah 11 daerah berstatus level 2 berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 39 tahun 2021 yang berlaku 7-13 September 2021.

Dalam aturan tersebut, destinasi wisata di daerah level 2 dapat dibuka dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ke-11 kabupaten itu adalah Ciamis, Garut, Subang, Purwakarta, Majalengka, Pangandaran, Indramayu, Sukabumi, Karawang, Kuningan, dan Cianjur.

“Operasi gabungan sudah dimulai dari Sabtu (11/9/2021). Hari ini (Minggu, 12/9/2021) ini berlanjut secara serentak. Kami antisipasi lonjakan pengunjung yang bisa mengabaikan protokol kesehatan. Imbauan dari Gubernur (Ridwan Kamil) kan jangan terjebak euforia,” ucap Dedi Taufik melalui ponsel, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Kapolda Jabar Dukung Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi Melalui Program Anugerah Desa Wisata

“Kami fokus pada monitoring pergerakan masyarakat ke tempat wisata, tes swab antigen, serta penerapan 3T (testing, tracing, treatment),” katanya.

Hasil laporan sementara, penerapan protokol kesehatan sudah dijalankan secara ketat. Jumlah pengunjung pun tidak terlalu meningkat signifikan. Itu pun terjadi di Pantai Pangandaran yang didatangi Dedi Taufik.

Selain meninjau pergerakan masyarakat dan pelaksanaan swab test antigen yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, pihaknya membagikan masker kepada pengguna jalan yang masih abai protokol kesehatan.

Dalam mendukung pelaksanaan testing di destinasi wisata, Dinas Kesehatan Jawa Barat menyebarkan masing-masing 1.500 sampel swab test antigen ke dinas Kesehatan kabupaten.

Hasil kegiatan tes swab antigen sementara di sejumlah titik pada 11 kabupaten, terkumpul 558 sampel. Hasilnya semua dinyatakan negatif Covid-19.

“Beberapa tempat wisata pun sudah menyosialisasikan dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Pihak pengelola wisata juga sangat aktif untuk terus mengingatkan pengunjung agar menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

“Kami berharap tren positif penurunan kasus (Covid-19) dan kedisiplinan semua pihak menjaga protokol kesehatan sehingga daerah yang masuk kategori level 2 bisa bertambah, industri pariwisata bisa tumbuh,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved