Breaking News:

Komunitas Off Road SKIn Chapter Kuningan Jelajahi dan Perkenalan Wisata Hutan di Kuningan

Menurutnya, lokasi wisata di Kuningan sangat layak dikomersilkan hingga bisa memberikan nilai manfaat bagi masyarakat sekitar.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Ahmad Ripai
Komunitas mobil off-road yang tergabung dalam Suzuki Jimny Katana Indonesia (SKIn) Chapter Kuningan menjelajahi alam di kawasan hutan perbatasan Jawa Barat - Jawa Tengah, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Komunitas mobil off road yang tergabung dalam Suzuki Jimny Katana Indonesia alias SKIn Chapter Kuningan menjelajahi alam di kawasan hutan perbatasan Jawa Barat - Jawa Tengah.

Kegiatan itu, selain sebagai media silaturahmi antar komunitas, juga sebagai usaha mengenalkan wisata alam di Kuningan Timur.

"Bicara wisata alam di Kuningan, belum semua kami kenalkan kepada publik. Sangat kebetulan saja dengan kondisi sekarang ini mendapat kelonggaran bagi kegiatan masyarakat di masa PPKM Darurat Level 2," kata Yanto, peserta off road saat ditemui di jalur off road kawasan setempat, Minggu (12/9/2021).

Menyinggung soal jalur off road hingga masuk perbatasan Jawa Tengah - Jawa Barat.

"Jadi kami star di hutan Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin. Kemudian masuk jalur hingga menghabiskan waktu peristirahatan di Waduk Malahayu ini masuk Kabupaten Brebes loh," katanya.

Baca juga: Kuningan Masuk PPKM Level 2, Begini Ketentuan Untuk Gelar Pesta Pernikahan dan Resepsi Lainnya

Menurutnya, lokasi wisata di Kuningan sangat layak dikomersilkan hingga bisa memberikan nilai manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Iya, untuk di Kuningan, selain wisata apalagi yang menonjol bagi perkembangan daerah. Maka dari itu, kami dorong wisata di Kuningan hingga berbuah baik pada pemerintah terutama masyarakatnya," katanya.

Kesan dalam mengikuti komunitas mobil off road, dia mengaku sangat senang bisa mengenal satu sama lain sehingga tidak menutup kemungkinan jalinan bisnis atau kebutuhan lainnya.

"Di komunitas kami sangat kental dengan nilai kekeluargaan. Jadi, untuk permasalahan sosial hingga menjalankan usaha itu bisa dilakukan. Di komunitas kami ini ada berbagai latar belakang profesi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved