Breaking News:

BPN Sosialisasikan PTSL untuk Para Kades se-Kuningan, Targetkan 70.000 Tanah Bersertifikat

Anggota DPR RI bersama pejabat Badan Pertanahan Nasional Jabar sosialisasikan program strategis Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD RIPAI
Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digelar Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Hotel Cordela, Kuningan, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Kontributor Tribuncirebon, Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID,KUNINGAN - Anggota DPR RI bersama pejabat Badan Pertanahan Nasional Jawa Barat sosialisasikan program strategis Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada semua kepala desa se- Kuningan, di Ballroom Asmarandhana Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan, Minggu (12/09/2021).

Kakanwil ATR/BPN Jawa Barat, Dalu Agung Darmawan, menjelaskan bahwa Kementerian ATR/BPN terus mengejar target agar seluruh bidang tanah di Indonesia bisa terdaftar dan memiliki sertifikat.

"Salah satu program untuk mengejar target tersebut adalah dengan digelarnya PTSL secara serentak. Kegiatan pendaftaran tanah dilakukan secara serentak meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam satu wilayah," katanya.

Program PTSL diluncurkan tahun 2017 yang pada awal pelaksanaannya, program ini diluncurkan pada saat itu sifatnya masih sporadis.

"Untuk Kabupaten Kuningan, kami menargetkan sebanyak 70.000 bidang tanah terdaftar melalui program PTSL ini. Program ini bersifat membantu dan mempermudah warga, jika akan memanfaatkan dengan baik  daripada legalitas tanah tersebut," ujarnya. 

Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digelar Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Hotel Cordela, Kuningan, Minggu (12/9/2021).
Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digelar Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Hotel Cordela, Kuningan, Minggu (12/9/2021). (TRIBUNJABAR.ID/AHMAD RIPAI)

Anggota Komisi II DPRD Kuningan, Yanuar Prihatin menyebut, program nasional PTSL ini didesain khusus oleh Kementerian ATR/BPN dengan persetujuan Komisi II DPR RI.

"Program ini untuk mempercepat proses pendaftaran sertifikasi bidang tanah masyarakat. Kenapa harus dipercepat? Indonesia ini memiliki 126 juta bidang tanah yang luas dan baru 60-70 persen memiliki sertifikat tahun 2020," katanya.

Politisi PKB itu mengatakan ada sisa sekitar 60-70 juta bidang tanah di Indonesia masih belum bersertifikat.

Jika sertifikasi bidang tanah ini dilakukan secara seporadis dan tidak sistematis, maka akan membutuhkan waktu lama agar seluruh bidang tanah bisa bersertifikat.

"Jika 1 tahun hanya bisa 1 juta bidang tanah yang bisa disertifikasi, maka 70 juta bidang tanah akan butuh 70 tahun menyelesaikannya," katanya.

Pelaksanaan PTSL ini lokusnya langsung di desa dengan melibatkan Pemdes, karena mereka mengenal bidang-bidang tanah di wilayahnya. 

"Untuk Kabupaten Kuningan sendiri masih memiliki 70 ersen bidang tanah yang belum terdaftar. Kami memandang perlu melakukan sosialisasi PTSL ini di Kabupaten Kuningan. Data kami mengetahui ada sekitar 600 ribu bidang tanah, sedangkan target kita tahun ini baru 70 ribu tersertifikasi, bayangkan masih banyak bidang tanah yang belum tersentuh program ini," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved