Breaking News:

Syahrul Berharap Petani Milenial Mendunia dengan Inovasinya, Target Pertumbuhan 2,5 Juta Per Tahun

Ikhtiar pemulihan ekonomi sektor pertanian ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan dukungan kepada para petani milenial bisa bangkit.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Kisdiantoro
Tribunjabar.id/Ferri A Mukminin
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Cianjur melihat langsung perkembangan petani milenial. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sektor pertanian adalah bagian yang terdampak pandemi Covid-19.

Ikhtiar pemulihan ekonomi dari sektor pertanian ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan dukungan kepada para petani milenial bisa bangkit dan mendunia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap petani milenial dan petani andalan dari Cianjur dan Bandung yang sudah dikukuhkan langsung bergerak menunjukkan hingga dilihat dunia.

"Harus langsung menembus langit, milenial ini banyak ide dan gagasannya, sering gonta ganti jadi kalau gagal bisa ganti lagi, butuh dana ada KUR tapi harus dipertanggungjawabkan, butuh pemasaran tadi ada perusahaan yang siap memasarkan," ujar Syahrul saat mengukuhkan petani milenial dan petani andalan di Gapoktan Mujagi, Pacet, Cianjur, Kamis (9/9/2021) sore.

Menteri berharap terbentuk petani milenial sebanyak 2,5 juta pertahunnya di Indonesia.

Wakil bupati Cianjur Tb Mulyana Syahrudin mengapresiasi dan mendukung program pusat yang menunjuk Cianjur sebagai satu daerah yang melahirkan petani milenial.

"Ini sangat baik di tengah penggerusan lahan oleh kebutuhan, petani milenial diharapkan bergerak juga di Cianjur merangsang generasi muda," katanya.

Ketua Kelompok Tani Multi Jayagiri atau Mujagi, Suhendar, mengatakan, resonansi di Cianjur berkewajiban menggerakan kaum milenial terutama di desa-desa agar bisnis pertanian mendunia.

"Petani milenial harus kritis dan melek terhadap perkembangan bisnis yang sedang berjalan, harus terkoneksi lokal maupun internasional, harus komitmen terhadap diri sendiri dan yang akan dikerjakan, harus bersaing dengan sehat supaya tak terjadi lagi kesalahan, dan penyelesaian harus budidaya yang terstruktur," kata Suhendar.

-
- (Istimewa)

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved