Breaking News:

Kisah Hary Susanto, Peraih Emas Paralimpiade asal Majalengka, Pernah Berlatih Bareng Taufik Hidayat

Tidak ada kegembiraan berlebih dari raut wajah H Saefudin (80), ayah Hary Susanto, ketika membicarakan anaknya yang meraih medali emas di Paralimpiade

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Ayah Hary Susanto, H Saefudin, saat bercerita kepada Tribun di rumahnya di Blok Kamis, Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (11/9/2021). 

Setelah itu dia kembali bermain di usia 30 tahunan dan ternyata setiap kejuaraan yang diikutinya selalu memperoleh medali.

“Sekarang sudah 15 tahun aktif lagi selalu juara terus. Dia diajak oleh Ketua Pengda Jabar untuk aktif di Bandung kemudian diminta untuk menjadi Pengcab di Tasikmalaya sudah beberapa tahun, kebetulan bupatinya juga sangat merespons dan banyak atlet yang dia bawa ke Tasik dari sejumlah daerah, kini para atlet banyak yang mewakili Jawa Barat ke berbagai even olahraga bulutangkis dan selalu juara,” ujarnya.

Saat ini, tutur Soef, Hary sudah beberapa kali mengajukan pensiun dan beralih menjadi pelatih.

Namun, Ketua Pengda melarangnya dengan alasan belum ada penggantinya hingga dia pun terpaksa tetap menjadi pemain.

Malah ketika bermain di Swiss urat kakinya sempat cedera hingga akhirnya hanya memperoleh juara dua.

Hary pun sudah tidak bersedia bermain tunggal.

Karena kesibukannya apalagi ketika menjelang pelatnas, Hary jarang sekali pulang ke Maja, hanya sekitar sebulan sekali pulang karena jauhnya jarak di Solo.

Hary kini memiliki tiga anak dari buah pernikahannya dengan gadis asal Sukasari, Kecamatan Argapura, Dewi Yuli.

Soef mengatakan, kini semua cucunya juga mulai berlatih bulu tangkis.

Diakuinya, dengan bulu tangkis mereka bisa memperoleh uang, rumah, dan mobil.

Anak-anaknya pun termasuk Hary memiliki sejumlah rumah dari bonus kejuaraan bulutangkis.

“Kalau mainnya sudah bagus, nanti juga banyak yang mengambil,” ucap Soef.

Hary Susanto berhasil mengharumkan nama Majalengka di kancah dunia setelah meraih medali emas dalam kejuaraan Paralimpiade Tokyo 2020 di Jepang.

Hary Susanto bertanding dalam pertandingan final nomor ganda campuran SL3-SU5 bersama Leani Ratri Oktila dan berhasil mengalahkan wakil Prancis Lucas Mazur/Faustine Noel di Yoyogi National Stadium, Tokyo, Minggu, (5/112021).

Keduanya harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan dengan skor 23-22, 21-17. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved